Categories: NEWS

Tumpahan CPO di Barsela Aceh Picu Kecelakaan

Analisaaceh.com, Subulussalam | Kondisi jalur lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh kian memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain rusak dan berlubang, tumpahan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di sejumlah titik mulai memicu kecelakaan lalu lintas.

Tumpahan CPO terpantau di kawasan Tingkat II dan Tingkat III Singgersing hingga wilayah Kedabuhan. Akibat permukaan jalan yang licin, sedikitnya dua kendaraan dilaporkan tergelincir sejak Rabu malam.

“Di Kedabuhan saja, sejak semalam sudah ada dua kendaraan yang mengalami kecelakaan akibat tumpahan CPO,” kata Jol, salah seorang sopir truk lintas Barsela, Kamis (5/2/2025).

Situasi ini diperparah dengan meningkatnya volume kendaraan logistik yang dialihkan ke jalur Barsela. Pengalihan arus terjadi menyusul belum pulihnya jalur lintas Timur Utara Aceh akibat bencana banjir dan longsor. Truk engkel hingga kendaraan berat jenis intercooler kini menjadikan Barsela satu-satunya jalur alternatif.

Lonjakan kendaraan tidak sebanding dengan kesiapan infrastruktur. Jalur Barsela dikenal sempit, memiliki tanjakan tajam, serta kondisi aspal yang berlubang dan bergelombang. Kombinasi ini dinilai sangat beresiko, terutama saat hujan atau ketika jalan tercemar tumpahan CPO.

“Jalan Barat Selatan ini sudah lama bermasalah. Bahkan, sebelum ada bencana di lintas Timur Utara, persoalan ini sudah sering disuarakan. Sekarang kondisinya makin sesak dan parah,” sebutnya.

Para sopir truk Lintas Barsela yang berada di bawah koordinasi Jol mengaku telah melaporkan kondisi rawan tersebut ke Ombudsman melalui jalur formal. Namun hingga kini, laporan tersebut belum membuahkan tindak lanjut konkret dari lembaga pengawas pelayanan publik itu.

Kritik juga diarahkan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang dinilai kurang responsif. Meski kecelakaan terus terjadi dan pemberitaan mengenai kerusakan jalan sudah masif di media massa, namun penanganan di lapangan belum terlihat signifikan bahkan otoritas jalan nasional itu dinilai lamban dan seolah mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

“Dari BPJN pun, meski sudah berkali-kali diberitakan, seolah-olah menganggap sepele masalah ini,” ucap Jol.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Warga Beutong Ateuh Blokir Jalan Tolak Tambang, Seorang Perempuan Terluka

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Gelombang penolakan tambang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya,…

11 jam ago

Kloter 8 BTJ 08 Diberangkatkan Hari Ini, 393 Jemaah Menuju Jeddah

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Memasuki 13 Mei 2026, berdasarkan informasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH),…

11 jam ago

Kemenag Aceh Akan Pantau Hilal Dzulhijjah 1447 H, Berpotensi Terlihat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan melaksanakan pemantauan rukyatul hilal…

11 jam ago

Ratusan Warga Beutong Ateuh Tegas Tolak Tambang

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ratusan masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, menyuarakan penolakan…

1 hari ago

RSUD-TP Abdya Targetkan Rekam Medis Elektronik Agustus 2026

Analisaaceh.com, Blangpidie | Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya…

1 hari ago

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Virus Hanta, Kasus HFRS di Indonesia Naik

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta menyusul…

1 hari ago