XL Axiata Sukses Uji Coba Solusi Broadband Untuk Bangun Jaringan 4G di Daerah Terpencil

Teknisi XL Axiata memasang perangkat “Huawei RuralStar Pro” untuk uji coba di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, belum lama ini. Bekerja sama dengan Huawei Indonesia, XL Axiata mulai implementasi solusi broadband nirkabel tersebut untuk memaksimalkan upaya pembangunan infrastruktur jaringan 4G di daerah-daerah terpencil.

Analisaaceh.com, Jakarta | Dalam upaya membangun jaringan 4G dan menyediakan layanan internet cepat hingga ke area-area terpencil di berbagai provinsi Indonesia, PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) telah melakukan uji coba solusi broadband nirkabel bernama “Huawei RuralStar Pro” dengan salah satu fitur utamanya yaitu LTE for Backhaul.

Uji coba yang bekerja sama dengan Huawei Indonesia tersebut dilakukan di Kalimantan dan terbukti dapat menjadi solusi untuk memperluas koneksi broadband ke daerah-daerah terpencil yang selama ini sering terkendala dengan persoalan terkait akses backhaul yang terbatas.

Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, kegitatan tersebut merupakan bagian dari implementasi komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya “Membangun Indonesia Digital”. Solusi Huawei RuralStar Pro ini sukses diuji di salah satu area terpencil di Kalimantan.

“Teknologi ini akan menjadi alternatif solusi bagi kami untuk memperluas jaringan 4G ke daerah-daerah terpencil, di mana selama ini kami sering menghadapi persoalan terkait dengan akses backhaul yang terbatas, yang pada akhirnya menjadi salah satu faktor penghambat perluasan jaringan di daerah-daerah terpencil,” ujarnya pada Sabtu (2/10/2021)

Gede menambahkan, setelah proses instalasi RuralStar Pro selesai dilakukan, backhaul LTE dapat terhubung secara otomatis ke situs host. Selama uji coba, jarak antara stasiun relay dengan lokasi host sekitar 31 kilometer.

“Bandwidth transmisi downlink mendukung hingga 106 Mbit/detik, yang memenuhi persyaratan bandwidth L900,” ungkapnya.

Huawei RuralStar Pro, lanjut Gede, menghadirkan terobosan pada desain radio base station dengan kemampuan mengintegrasikan baseband, perangkat pemancar radio, dan sekaligus LTE for backhaul nirkabel pada satu modul.

Dengan konsep LTE for backhaul ini spektrum operator yang biasanya hanya digunakan untuk keperluan akses radio perangkat pengguna atau radio akses dapat digunakan juga untuk menyediakan akses antar radio base station (backhaul).

“Fitur ini mampu menekan biaya sewa transmisi yang mahal yang sebelumnya perlu dikeluarkan operator seperti pada penggunaan microwave dan satelit,” kata Gede.

Sementara itu Account Director of Huawei Indonesia XL Account, Catherine Guan mengatakan, hingga saat ini Huawei telah lebih dari 21 tahun berkiprah di Indonesia. Pihaknya memiliki komitmen jangka panjang untuk berkolaborasi dengan mitra di Indonesia, yaitu XL Axiata, guna mempercepat inklusi digital untuk menghubungkan masyarakat yang selama ini masih sulit terjangkau layanan internet, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil.

“Implementasi teknologi Huawei RuralStar Pro ini merupakan dukungan nyata atas upaya tidak kenal lelah dari XL Axiata untuk membantu pemerintah dalam menyediakan jaringan 4G di wilayah Indonesia yang sangat luas,” katanya.

Catherine menjelaskan, RuralStar telah diterapkan di lebih dari 60 negara, dan mampu membantu menyediakan konektivitas bagi lebih dari 50 juta orang di komunitas pedesaan. Seri RuralStar Pro ini telah mendapatkan pengakuan sebagai Best Mobile Innovation for Emerging Markets di ajang bergengsi Mobile World Congress (MWC) 2021 yang berlangsung di Barcelona, ​​Spanyol.

Huawei Indonesia berharap solusi ini akan mempermudah upaya XL Axiata menyediakan jaringan 4G di daerah terpencil untuk membantu menjembatani kesenjangan digital, termasuk dalam upaya menyediakan kemudahan akses internet cepat selama masa pandemi COVID-19.

“Dengan tersedianya akses internet cepat, maka berbagai layanan digital untuk masyarakat di area terpencil bisa tersedia, termasuk mendukung pembelajaran online untuk sekolah serta memfasilitasi komunikasi di antara klinik kesehatan di sana,” pungkasnya.

Editor : Nafrizal
Rubrik : NEWS
Berita sebelumyaJual Gas ke Daerah Lain, Agen Elpiji 3 Kg di Bener Meriah Ditangkap Polisi
Berita berikutnyaToko Kelontong BKAD di Nibong Aceh Utara Kemalingan, Uang Rp10 Juta Raib