
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr Safaruddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi kalangan yang membutuhkan perhatian khusus. Hal ini menjadi prioritas dalam mewujudkan keadaan sosial dan kesejahteraan yang merata di kabupaten berjuluk ‘Bumoe Breuh Sigupai’ tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Safaruddin saat bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Abdya yang berlangsung di Lapangan Persada, Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie Kabupaten setempat, Jum’at (10/4/2026).
Dalam amanatnya, Safaruddin menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan anak yatim, kaum dhuafa, serta masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni mendapatkan perhatian serius.
“Anak-anak yatim tidak boleh merasa sendiri, kaum dhuafa tidak boleh terabaikan, dan masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni harus mendapatkan solusi yang nyata. Ini adalah tanggung jawab moral dan amanah yang kami emban,” kata Safaruddin.
Lebih lanjut, sebut Safaruddin, berbagai program santunan, bantuan sosial, serta pembangunan dan rehabilitasi rumah layak huni (RLH) terus didorong secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial.
Menurutnya, program tersebut bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Ini bukan semata-mata program seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar kita untuk menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Safaruddin juga menceritakan pengalaman batinnya saat melaksanakan sahur bersama warga pada kegiatan Safari Ramadhan lalu. Ia mengaku prihatin mendapati masih ada warga yang tinggal di rumah beralas dan berdinding pelepah rumbia di tengah usia kemerdekaan Indonesia yang sudah lebih dari 80 tahun.
“Kondisi ini sangat memperihatinkan. Di tahun 2026, saat Indonesia sudah lebih dari 80 tahun merdeka, masih ada masyarakat yang hidup dalam keadaan seperti itu. Kondisi itu menjadi pukulan batin bagi kita semua. Oleh karena itu, pembangunan daerah diarahkan secara terpadu melalui optimalisasi aset daerah, pembangunan infrastruktur yang merata, serta penataan kota yang bersih, rapi, dan nyaman agar Abdya menjadi daerah yang membanggakan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa penggunaan Abdya tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga mencakup pembangunan karakter dan nilai spiritual masyarakat.
“Melalui Program Peukong Agama, kita mendorong seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga gampong untuk menjadi teladan dalam melaksanakan shalat berjamaah guna memperkuat integritas dan nilai keislaman,” katanya.
Di sektor pendidikan, Pemkab Abdya menjalankan program Teungku Tamong Sikula dan Doto Saweu Sikula untuk memperkuat pendidikan agama serta membentuk generasi muda yang cerdas dan berakhlak.
“Kita ingin melahirkan generasi Abdya yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan,” ucapnya.
Safaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Abdya, termasuk yang berada di perantauan, yanh turut hadir dalam peringatan HUT ke-24 Abdya.
“Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Abdya, khususnya saudara-saudara kita yang berdomisili di luar daerah, yang berkenan pulang kampung untuk merayakan HUT Abdya,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada para pemimpin daerah terdahulu serta anggota DPRK yang telah berkontribusi dalam pembangunan Abdya.
“Kehadiran saudara-saudara sekalian menjadi bukti nyata bahwa ikatan emosional dan kecintaan terhadap tanah kelahiran tidak pernah pudar oleh jarak dan waktu. Semangat kebersamaan ini adalah kekuatan besar bagi kita semua dalam membangun kabupaten Abdya. Ini menjadi fondasi sekaligus inspirasi bagi kami untuk melanjutkan estafet pembangunan ke arah yang lebih baik,” terangnya.
Safaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebersamaan.
“Daerah ini tidak akan maju jika energinya habis untuk saling curiga. Mari kita bangun Abdya dengan semangat kebersamaan, bukan semangat menjatuhkan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan aparatur pemerintah agar bekerja secara jujur, cepat dan responsif dalam melayani masyarakat.
“Kepada seluruh aparatur, rakyat sedang menunggu kerja nyata yang terukur, jujur, dan cepat. Layani masyarakat dengan hati, jangan menunda, dan jangan mempersulit. Dengan kebersamaan, insyaallah kabupaten Abdya akan terus berkembang dan akan melangkah lebih kuat dan maju serta sejahtera,” pungkas Safaruddin.



