Analisaaceh.com, Banda Aceh | Perjalanan spiritual Edi Setiawan, warga Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh berujung pada satu keputusan besar dalam hidupnya: memeluk agama Islam.
Prosesi pengislaman Edi berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman dan dipandu oleh wakil imam besar, Senin (20/4/2026).
Pelaksana Harian (Plh) UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Iskandar AS saat diwawancarai analisaaceh.com menyampaikan bahwa keputusan Edi menjadi mualaf bukanlah hal yang instan.
“Yang bersangkutan sudah lama mempelajari Islam dan hari ini memantapkan diri untuk menjadi mualaf,” kata Iskandar AS.
Edi sebelumnya beragama Katolik dan merupakan keturunan Tionghoa yang telah lama tinggal di Banda Aceh. Ia memilih tetap menggunakan nama “Edi Setiawan” karena dinilai sudah memiliki nuansa Islami.
Keputusan tersebut, menurut Edi, lahir dari proses panjang pembelajaran serta dorongan hati nurani yang semakin menguat seiring waktu.
Dalam perjalanan hidupnya, Edi juga menghadapi kehilangan besar. Ia merupakan anak yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat bencana tsunami Aceh. Kondisi tersebut turut membentuk perjalanan hidup dan pencarian makna yang ia jalani.
Edi juga bukan satu-satunya dalam keluarganya yang memeluk Islam. Sang abang diketahui telah lebih dulu menjadi mualaf.
Sebagai mualaf, Edi akan menerima bantuan dari Baitul Mal. Ia memperoleh santunan sebesar Rp1 juta dari Baitul Mal Kota Banda Aceh dan Rp3 juta dari Baitul Mal Provinsi Aceh.
Iskandar AS berharap Edi dapat terus istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam ke depan.
“Kita harapkan bisa terus dibimbing dan menjalankan ajaran Islam dengan baik,” ujarnya



