Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak enam jamaah haji asal Aceh dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci hingga 1 Juni 2026. Data tersebut berdasarkan laporan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh yang mencatat jamaah wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.
Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para jamaah tersebut. Ia berharap seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya enam jamaah haji Aceh di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah mereka diterima Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, serta memperoleh haji mabrur. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Arijal.
Berdasarkan data PPIH, jamaah yang meninggal dunia berasal dari Kabupaten Pidie, Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang. Mayoritas jamaah yang wafat merupakan lanjut usia dengan rentang umur 72 hingga 83 tahun.
Jamaah yang meninggal dunia yakni Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh (74) dari Kabupaten Pidie, Sulasry Abdul Gani (74) dari Kabupaten Bireuen, Aminah Ahmad (76) dari Kabupaten Pidie Jaya, Siti Salmijah (83) dari Kabupaten Pidie Jaya, Maimunah Yusuf Ali (72) dari Kabupaten Aceh Tamiang, dan Nurwaida Muhammad Yusuf (76) dari Kabupaten Bireuen.
Sebagian besar jamaah meninggal akibat gangguan jantung, seperti cardiogenic shock, congestive heart failure, hingga acute decompensated congestive heart failure. Selain itu, terdapat jamaah yang meninggal akibat cardiogenic pneumonia.
Para jamaah yang wafat dimakamkan di sejumlah pemakaman di Tanah Suci sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi, di antaranya Pemakaman Syaraya dan Saraya Syuhada Al Haram.
Arijal juga mengimbau jamaah haji Aceh yang masih menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi agar terus menjaga kesehatan, mengatur aktivitas fisik, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan petugas haji.
“Jamaah diharapkan tidak memaksakan diri dalam beraktivitas, memperbanyak istirahat, menjaga asupan cairan, dan segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan,” katanya.




