NEWS Drainase Tersumbat Lumpur, Warga Geulumpang Payong Desak Normalisasi

Drainase Tersumbat Lumpur, Warga Geulumpang Payong Desak Normalisasi

Kondisi saluran drainase di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie Kabupaten Abdya yang dipenuhi tumpukan sampah dan endapan lumpur yang menutupi sebagian mulut gorong-gorong di sekitar kawasan Mushalla Nurul Iman. Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com

Analisaaceh.com, Blangpidie | Persoalan pendangkalan saluran drainase di Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kian meresahkan masyarakat. Pasalnya, endapan lumpur dan tumpukan sampah yang dibiarkan selama bertahun-tahun membuat parit di sisi Jalan Lintas Nasional tersebut makin menyempit, sehingga aliran air menuju gorong-gorong tidak berfungsi optimal.

Kondisi terparah terlihat di sekitar kawasan Mushalla Nurul Iman. Dasar saluran air tampak di penuhi sedimentasi tanah dan lumpur. Kondisi ini diperburuk oleh tumpukan limbah rumah tangga berupa sampah plastik, botol minuman, kantong kresek, styrofoam hingga potongan kayu yang menyumbat laju air.

Menyempitnya daya tampung drainase ini membuat air hanya mengalir di celah-celah kecil. Jika debut air meningkat drastis saat hujan deras, tumpukan material tersebut berpotensi besar memicu luapan air ke badan jalan dan permukiman warga.

Mengingat status saluran tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh, masyarakat setempat mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan. Penangan yang dibutuhkan bukan sekedar pengangkutan sampah, melainkan pengerukan sedimen lumpur dan normalisasi saluran secara menyeluruh.

Keuchik Gampong Geulumpang Payong, Khairuddin mengatakan, selama masa jabatannya, drainase vital tersebut belum pernah tersentuh progam normalisasi.

Ia menegaskan, masalah utama bukan hanya pada kesadaran membuang sampah, tetapi sedimentasi parah yang membuat saluran kehilangan fungsinya.

“Selama saya menjabat, parit ini belum pernah dilakukan normalisasi. Kami berharap pemerintah dan instansi terkait dapat membantu melakukan normalisasi agar saluran air kembali normal,” ujar Khairuddin, Minggu (23/8/2026).

Senada dengan hal itu, Kepala Dusun Lorong II, Muhammad Taisir mengungkapkan bahwa warga sebenarnya tidak tinggal diam. Aksi gotong membersihkan parit sudah sering dilakukan, namun hasilnya tidak maksimal karena keterbatasan alat. Sebab, endapan lumpur dan material di dasar saluran membutuhkan pengerukan menggunakan peralatan yang memadai.

Ia berharap dinas terkait memberikan solusi dengan mengeruk endapan yang membuat dasar drainase semakin dangkal.

“Sudah berulang kali dibersihkan, tetapi tidak lama kemudian sampah menumpuk lagi. Kalau cuma sampah yang dipermukaan yang kami angkat, masalahnya tidak akan selesai. Endapan lumpur di dasar parit juga harus dikeruk pakai alat yang memadai,” ungkap Taisir.

Artikulli paraprakBupati Safaruddin Cetak Dua Gol, Kodim Abdya Kampium Pangdam IM Cup
Artikulli tjetërPeringati HUT ke-28, PAN Aceh Berbagi Santunan Anak Yatim