NEWS Gubernur Aceh Imbau Warga Waspadai Kabut Asap, Minta Posko Karhutla Diaktifkan

Gubernur Aceh Imbau Warga Waspadai Kabut Asap, Minta Posko Karhutla Diaktifkan

ilustrasi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Aceh sejak 13 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 16 Oktober 2026, kabut asap tersebut menyebabkan penurunan kualitas udara, terutama akibat partikel halus PM2,5 yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Muzakir Manaf meminta seluruh bupati dan wali kota serta pemangku kepentingan terkait mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kabut asap.

Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

“Masyarakat di wilayah terdampak perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat tingkat polusi udara tinggi,” demikian imbauannya, Jum’at (16/10/2026).

Selain membatasi aktivitas luar ruangan, masyarakat juga diminta melindungi kelompok rentan, seperti bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga yang memiliki penyakit penyerta.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus PM2,5 juga menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan.

“Masyarakat diimbau menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar ruangan,” demikian isi imbauan berdasarkan pointer yang diberikan.

Untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan, warga diminta menutup pintu, jendela, dan lubang ventilasi ketika kepekatan kabut asap meningkat. Langkah tersebut juga perlu diterapkan di tempat kerja, sekolah, dan sarana ibadah.

Pemerintah Aceh turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membuka lahan, membakar sisa pertanian, maupun membakar sampah.

Pembakaran terbuka dapat memperparah kondisi kabut asap dan meningkatkan risiko paparan polusi udara bagi masyarakat.

Dari sisi keselamatan lalu lintas, pengendara diminta menyalakan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan saat melintasi wilayah dengan jarak pandang terbatas.

“Apabila jarak pandang membahayakan perjalanan, pengendara disarankan berhenti di tempat yang aman,” demikian imbauan keselamatan yang tercantum dalam bahan rilis.

Muzakir Manaf juga meminta pemerintah kabupaten/kota memastikan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan selama 24 jam. Fasilitas tersebut meliputi rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, klinik, dan pos kesehatan.

Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk terus-menerus, nyeri dada, iritasi mata berat, pusing, atau keluhan kesehatan lainnya diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan.

Selain penanganan kesehatan, pemerintah daerah diminta mengaktifkan kembali desk dan posko penanganan karhutla di setiap kabupaten/kota.

Koordinasi lintas sektor juga perlu diperkuat dengan melibatkan TNI/Polri dan pemangku kepentingan terkait, disertai edukasi kepada masyarakat serta penyusunan rencana kontingensi.

Masyarakat juga diminta memantau perkembangan kabut asap dan kualitas udara melalui saluran informasi resmi BMKG, yakni situs www.bmkg.go.id dan aplikasi InfoBMKG.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.

Artikulli paraprakBawa 76 Liter Solar Subsidi dan Pompa Penyedot, Pria Nagan Raya Ditangkap