Aceh Masuk Daerah Prioritas Program 500 Ribu Pekerja Migran 2026

ilustrasi pekerjaan migran, foto: net

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menyatakan bahwa Aceh termasuk daerah yang diprioritaskan dalam program penempatan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri pada 2026.

Prioritas diberikan kepada wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir 2025.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menyampaikan hal tersebut usai Rapat Koordinasi Pokja Pemberdayaan Pascabencana Sumatera di Jakarta, Selasa (7/1/2026).

Rapat tersebut membahas percepatan pemulihan ekonomi masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pascabencana.

“Kami memfasilitasi pelatihan keterampilan dan penempatan kerja bagi warga yang kehilangan pekerjaan akibat bencana,” ujar Mukhtarudin.

Program penempatan PMI ini merupakan bagian dari quick win pemerintah dengan target 300 ribu peserta dari lulusan SMK Global dan 200 ribu dari masyarakat umum.

Pemerintah menyebut wilayah terdampak bencana menjadi sasaran awal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pemulihan ekonomi keluarga.

“Selain penempatan kerja, KemenP2MI menyiapkan pelatihan vokasi, bahasa, dan sertifikasi bagi calon PMI agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri,”sebutnya.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memberikan pendampingan kepada keluarga PMI yang terdampak bencana, sekaligus membuka peluang kerja guna mendukung pemulihan ekonomi di daerah terdampak, termasuk Aceh.

Komentar
Artikulli paraprakKerap Gangguan Teknis, Nasabah Keluhkan Layangan ATM Bank Aceh Cabang Blangpidie 
Artikulli tjetërPolisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Woyla Aceh Barat