NEWS Antre Solar Berulang, Mobil Usang di Abdya Picu Protes Warga

Antre Solar Berulang, Mobil Usang di Abdya Picu Protes Warga

Kendaraan roda empat saat mengantre BBM solar di SPBU Keude Paya. Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com

Analisaaceh.com, Blangpidie | Antrean kendaraan pemburu solar bersubsidi kembali terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Di tengah pemberlakuan aturan pembatasan pembelian BBM subsidi, sejumlah mobil tua disebut tetap muncul berulang kali dalam antrean.

Antrean itu terlihat di tiga SPBU, yakni di Babahrot, Susoh, dan Keude Paya. Kendaraan bahkan mengular hingga ke ruas jalan nasional.

Pantauan di lokasi, di SPBU Keude Paya, beberapa kendaraan yang sebelumnya kerap terlihat dalam antrean kembali berada di lokasi. Nomor kendaraan dan jenis mobil disebut masih sama.

Bahkan, sejumlah mobil tersebut telah berada di SPBU sejak pagi. Jumlahnya diperkirakan tujuh hingga 10 unit.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari warga dan sesama sopir yang ikut mengantre. Mereka mempertanyakan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan yang diduga berulang kali membeli solar bersubsidi.

“Kok tidak ada penindakan dari aparat kepolisian maupun pemerintah?” kata salah seorang sopir yang enggan disebutkan namanya saat mengantre solar di SPBU Keude Paya, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, pembelian BBM bersubsidi semestinya mempertimbangkan kebutuhan masyarakat lain yang juga membutuhkan solar. Ia mempertanyakan alasan kendaraan yang sama terus berada dalam antrean hampir setiap hari.

“Tidak mungkin minyak diisi penuh habis dalam sehari, kecuali dia pergi jauh,” ujarnya.

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan tersebut masih berada di sekitar SPBU. Kondisi fisik sejumlah mobil yang sudah berusia tua juga menjadi perhatian warga.

“Ini kan tidak pergi jauh. Mobilnya masih di sini. Dengan kondisi sudah usang, mobil itu juga tidak mungkin melakukan perjalanan jauh,” katanya.

Ia menduga pembatasan pembelian BBM subsidi yang telah diberlakukan pemerintah daerah belum sepenuhnya efektif mencegah kendaraan tertentu membeli solar secara berulang.

“Saya heran mereka hampir tiap hari antre minyak. Apa tidak ada kerjaan lain?” ujarnya.

Menurutnya, Surat Edaran Bupati Abdya tentang Pembatasan Pembelian BBM Subsidi seharusnya diikuti dengan pengawasan yang lebih ketat di lapangan.

Sebab, sebutnya, persoalan antrean solar bukan semata soal panjangnya barisan kendaraan. Jika kendaraan yang sama terus berulang membeli BBM subsidi, masyarakat lain yang membutuhkan berpotensi semakin sulit mendapatkan jatah.

“Heran kita, mau dibawa ke mana minyak itu. Sangat rakus hingga orang lain kesusahan,” katanya.

Artikulli paraprakPanen Melimpah, Petani Cot Seutuy Nikmati Hasil Terbaik Tembus 10 Ton per Hektar
Artikulli tjetërFestival Kuah Beulangong USK Meriah, 42 Belanga Disajikan untuk Warga