Categories: BANDA ACEHKOMUNITAS

BADKO HMI Aceh Menolak Keras Penahanan Tgk Munirwan

ANALISAACEH.com | Banda Aceh – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Aceh, sangat menyesalkan dan menolak keras penahanan Tgk Munirwan yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus hukum penjualan benih dan ditahan di Mapolda Aceh sejak Selasa (23/7/2019).

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Hukum dan HAM BADKO HMI Aceh, Amril katalies melalui rilis beritanya sangat menyayangkan penahanan Tgk Munirwan yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus hukum penjualan benih. “Kenapa pemerintah tidak membina petani Aceh yang sudah sukses berinovasi malah melaporkannya ke penegak hukum ? padahal sektor pertanian merupakan salah satu andalan bagi pendapatan daerah”.

Seperti diketahui, Munirwan adalah salah seorang Keuchik yang telah membawa harum nama Aceh melalui Program Inovasi Desa yang berhasil memperoleh Juara Desa terbaik dua tingkat Nasional tahun 2018 yang masuk dalam kategori Penguatan Pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat. Pada waktu itu hadiah diserahkan secara langsung oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di Hotel Sultan Jakarta Pusat pada Kamis 29 November 2018 lalu. Tgk Munirwan harus berurusan dengan hukum lantaran diadukan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh A Hanan setelah tersangka berhasil mengembangkan dan menangkar bibit padi jenis IF8 serta mengedarnya ke petani lain.

Menurut Amril sangat Ironis kasus ini bisa terjadi. “BADKO HMI Aceh mengecam, atas apa yang menimpa Tgk Munirwan, seakan-akan petani tidak boleh berkembang dan terus merasa tertindas. Sudah cukup derita yang dialami petani, mulai benih padi yang dibagikan kurang bagus, pupuk yang kurang di pasaran sampai harga panen yang sering anjlok”, ucap nya. Lebih lanjut Ia menyampaikan, “Seharusnya pemerintah hadir menyelesaikan persoalan para petani dan memastikan kesejahteraan para petani lokal. Apalagi MK sudah memutuskan, petani kecil dapat melakukan pemuliaan tanaman untuk menemukan varietas unggul”.

“Maka dengan ini, saya mengajak dan menghimbau pihak pihak terkait terutama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh agar dapat mengambil langkah bijak dengan tujuan untuk melakukan proses pembinaan dan penyuluhan yang tepat bagi para petani di Aceh, sehingga kasus yang serupa tak terulang lagi”, ucapnya.

Ia juga meminta Kapolda Aceh menangguhkan penahanan Tgk Munirwan dan mendesak Plt. Gubernur Aceh mencopot Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh. “Jika tak mampu mengayomi dan membina para petani di Aceh, Plt Gubernur Aceh segera copot Kadis Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dari jabatannya. Jabatan untuk mengayomi, bukan menunjukan arogansi kekuasaan”, pungkas Amril Katalies. (Mz)

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Diduga Aniaya Warga, Mantan Keuchik di Abdya Dilaporkan ke Polisi

Analisaaceh.com, Blangpidie | Seorang warga Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya…

2 hari ago

Muhammadiyah Aceh Gelar Shalat Id Serentak di 50 Titik

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Warga Muhammadiyah di Kota Banda Aceh melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447…

2 hari ago

Tgk Yong Sebut Safaruddin Ayah bagi Anak Yatim di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Eks Penerangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Blangpidie, TR Kamaluddin alias Tgk…

6 hari ago

Roni Guswandi Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua Umum FPTI Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Roni Guswandi bersama tim resmi mendaftar diri sebagai Calon Ketua Umum…

6 hari ago

Panwaslih Abdya Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Analisaaceh.com, Blangpidie | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan kegiatan ngabuburit…

1 minggu ago

Penunjukan Imum Chiek Diprotes, Bupati Aceh Besar Dilaporkan ke Ombudsman

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Perwakilan masyarakat Indrapuri dan pengurus Masjid Abu Indrapuri melaporkan proses penunjukan…

1 minggu ago