konferensi pers di Deberkasi asrama haji Aceh, Senin (15/6/2026).
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh menyiapkan sistem pengawasan kesehatan bagi jemaah haji Debarkasi Aceh mulai dari kedatangan di Bandara Sultan Iskandar Muda hingga 14 hari setelah kembali ke daerah asal.
Kepala BKK Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardana, SKM, MKM, mengatakan pengawasan kesehatan dilakukan secara berlapis untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau dan mengantisipasi potensi penyakit menular.
Menurut Ali, petugas kesehatan akan mulai bekerja sejak pesawat mendarat dengan mengerahkan tim boarding yang terdiri atas dokter dan perawat untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jemaah.
“Tim akan mengidentifikasi jemaah yang sehat, yang memiliki gejala tertentu, maupun yang membutuhkan penanganan khusus,” katanya saat konferensi pers di Deberkasi asrama haji Aceh, Senin (15/6/2026).
Jemaah yang dalam kondisi sehat akan diarahkan melalui jalur kedatangan yang telah disiapkan. Sementara jemaah berkebutuhan khusus maupun yang memerlukan perhatian medis akan mendapatkan pelayanan sesuai prosedur.
“Bagi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan atau ditemukan memiliki gejala tertentu, petugas akan melakukan penanganan lebih lanjut, termasuk evakuasi menggunakan ambulans apabila diperlukan,”paparnya.
Selain pemeriksaan di dalam pesawat, BKK juga menyiapkan thermal scanner di area kedatangan untuk melakukan pemantauan suhu tubuh seluruh jemaah.
Ali menjelaskan, pengawasan kesehatan tidak berhenti di bandara. Selama perjalanan menuju Asrama Haji Aceh, setiap bus pengangkut jemaah akan didampingi petugas kesehatan yang memberikan edukasi terkait pemantauan kondisi kesehatan setelah kembali dari Tanah Suci.
Petugas juga akan menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan jemaah apabila mengalami keluhan kesehatan setelah tiba di daerah masing-masing.
“BKK memiliki tugas melakukan pemantauan kesehatan jemaah selama sekitar 14 hari setelah kepulangan untuk memastikan kondisi mereka tetap baik,” ujarnya.
Selama masa tersebut, BKK akan berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi terkait apabila ditemukan jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ali menegaskan, seluruh mekanisme yang telah disiapkan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji sekaligus mengantisipasi risiko penyebaran penyakit.
Dengan sistem pengawasan yang diterapkan sejak kedatangan hingga masa pemantauan pascakepulangan, BKK Kelas I Banda Aceh berharap proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Aceh tahun 2026 dapat berlangsung aman dan lancar.
Universitas Syiah Kuala (USK) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Rektor Universitas Islam Negeri…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Menjelang peringatan 21 tahun perdamaian Aceh, sekelompok masyarakat menyampaikan tuntutan kepada…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, penjualan bendera…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pendapatan Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Tahun Anggaran 2026 mengalami…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kabar duka datang dari keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry…
Komentar