
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menetapkan pelaksanaan tradisi hari meugang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah selama dua hari, yakni pada Senin–Selasa, 16–17 Februari 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Abdya Nomor 400.8/35 tertanggal 30 Januari 2026, yang ditujukan kepada seluruh camat di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Abdya.
Selain mengatur waktu pelaksanaan Meugang, Bupati Safaruddin juga menetapkan titik resmi penyembelihan hewan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan proses penyembelihan berjalan tertib, higienis, serta tidak mengganggu ketertiban umum.
Adapun lima lokasi penyembelihan hewan meugang yang ditetapkan pemerintah daerah, yakni Pasar Gampong Pante Rakyat, Kecamatan Babahrot, pinggiran Sungai Krueng Panto, Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, pinggiran Sungai Krueng Beukah, Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Pasar Tanjung Bunga, Gampong Gunong Cut, Kecamatan Tangan-Tangan, serta Lapangan Teungku Pekan, Gampong Seuneulop, Kecamatan Manggeng.
Dalam surat edaran itu, Bupati Abdya juga mengimbau para pedagang agar tidak melakukan penyembelihan maupun penjualan daging meugang pada H-1 sebelum hari pelaksanaan. Imbauan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban, kebersihan lingkungan, serta kesehatan masyarakat.
Selain itu, setiap hewan ternak yang akan disembelih diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Abdya. Ketentuan ini diberlakukan guna menjamin keamanan dan kelayakan daging yang dikonsumsi masyarakat.
Surat edaran tersebut turut ditembuskan kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Abdya, Ketua Lembaga Keistimewaan Aceh, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Abdya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdakab Abdya, Darmawan Sahputra mengatakan, surat edaran itu diterbitkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan diminta untuk segera disosialisasikan oleh para Camat.
“Sosialisasi ini penting agar masyarakat dan pedagang memahami aturan yang berlaku, sehingga pelaksanaan meugang tahun ini dapat berjalan tertib, sehat, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Darmawan, Selasa (3/2/2026).



