NEWS Bupati Safaruddin: Maulid Nabi Muhammad Momentum Perkuat Ukhuwah di Abdya

Bupati Safaruddin: Maulid Nabi Muhammad Momentum Perkuat Ukhuwah di Abdya

Bupati Abdya, Safaruddin saat menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad tingkat Kabupaten Abdya yang berlangsung di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur, Gampong Seunaloh Kecamatan Blangpidie Kabupaten setempat, Selasa (6/10/2026). Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana bermuhasabah diri, memperkuat iman, ketaqwaan, serta ukhuwah, dan mempererat tali silaturahmi tanpa membedakan perbedaan.

Hal itu disampaikan Safaruddin saat menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad tingkat Kabupaten Abdya yang berlangsung di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur, Gampong Seunaloh Kecamatan Blangpidie Kabupaten setempat, Selasa (6/10/2026).

Safaruddin mengatakan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetap juga momentum untuk melakukan introspeksi diri dan mengingatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Momentum peringati Maulid Nabi Muhammad SAW ini hendaknya menjadi wahana bermuhasabah diri untuk meningkatkan memperkuat iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Mari kita teladani Rasulullah SAW yang lahir ke muka bumi sebagai rahmatan lil’alamin dengan saling mencintai dan mengasihi,” ujar Safaruddin.

Selain sebagai sarana spiritual, Safaruddin juga menekankan pentingnya menjaga kreatif lokal masyarakat Aceh, khususnya Abdya yang rutin menyelenggarakan peringatan Maulid setiap tahunnya demi memperkokoh ukhuwah Islamiyyah.

“Selain memperkuat nilai keagamaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dapat mempererat silaturahmi dan ukhuwah di tengah masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Safaruddin juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan Peraturan Bupati (Perbup) tentang program Peukong Agama. Ia mengajak masyarakat dan ASN untuk senantiasa memakmurkan shalat lima waktu sebagai pondasi utama kehidupan.

“Saya berharap program Peukong Agama dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam memperkuat kehidupan keagamaan,” ujarnya.

Safaruddin turut memaparkan sejumlah program yang telah berjalan selama sekitar satu tahun tujuh bulan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Zaman Akli. Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM), termasuk program mencetak hafiz dan hafizah.

“Ini sudah masuk tahun kedua. Tahun lalu sudah dicetak 20, dan tahun ini kita menerima 20 hafiz dan hafizah. Saya menargetkan sebanyak 100 hafiz dan hafizah dapat lahir di Abdya selama masa kepemimpinan Arah Baru Abdya Maju,” terangnya.

Selain itu, kata Safaruddin, Pemkab Abdya telah melatih 300 da’i dan da’iyah dari kalangan pesantren, OKP, ormas, hingga pemuda gampong agar mampu menyampaikan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Sudah 300 dai dan daiyah kita cetak. Program ini akan terus berjalan selama lima tahun kepemimpinan saya bersama Bang Zaman Akli,” sebutnya.

Safaruddin berharap para pendakwah yang lahir dari program tersebut mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, dakwah perlu disampaikan dengan cara yang relevan sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima dan dipahami oleh berbagai kalangan.

Pada pelayanan kesehatan masyarakat, sebut Safaruddin, program Doto Saweu Gampong dan Doto Saweu Sikula juga mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, program tersebut bahkan mendapat perhatian untuk dikembangkan sebagai salah satu inovasi program di tingkat nasional.

“Inovasi program Doto Saweu Gampong dan Doto Saweu Sikula berhasil menyedot perhatian nasional. Program ini akan dipresentasikan dalam ajang apresiasi inovasi daerah pada Rabu (7/10/2026),” kata Safaruddin.

Menyinggung pembangunan fisik, Safaruddin meminta masyarakat untuk tetap bersabar karena pembangunan insfratruktur membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyampaikan bahwa pemerintahannya terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat di sektor infrastruktur.

Ia menargetkan percepatan dan penyelesaian pembangunan infrastruktur Kabupaten Abdya secara menyeluruh mulai tahun 2027 hingga 2028.

“Infrastruktur tidak bisa hadir secara instan. Namun, kami berkomitmen menuntaskan seluruh janji kampanye dan program prioritas dalam lima tahun kepemimpinan kami,” tegas Safaruddin.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan sinkronisasi program pembangunan dengan DPRK Abdya, termasuk mengakomodasi program prioritas yang sebelumnya belum tersentuh.

Safaruddin juga mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRK Abdya yang dinilai telah mendukung pelaksanaan pembangunan daerah. Ia menyebut, pada 2027 sejumlah pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRK akan diarahkan untuk mendukung program pembangunan dan prioritas daerah.

Safaruddin kembali mengingatkan masyarakat agar tidak meninggal shalat lima waktu. Menurutnya, keberhasilan dalam kehidupan dunia, baik berupa harta, jabatan maupun cita-cita, tetap harus diiringi dengan ketaatan kepada Allah SWT.

“Kita boleh saja bercita-cita tinggi, punya jabatan dan punya impian kesuksesan dunia. Tetapi jangan sampai kita meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT,” ucapnya.

Safaruddin juga mengatakan dirinya ingin memberikan keteladanan kepada ASN dan masyarakat melalui ajakan untuk menegakkan shalat lima waktu. Ia mengingatkan bahwa harta dan jabatan pada akhirnya akan ditinggalkan. Karena itu, masyarakat diminta untuk terus saling mengingatkan dalam kebaikan sebelum tiba waktunya kembali kepada Allah SWT.

“Saya ingin memberikan contoh dan keteladanan. Harta dan jabatan di dunia ini tidak ada yang abadi. Sebelum panggilan Allah datang, mari kita saling mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan dan keberkahan untuk mendapatkan ridho Allah SWT,” pungkas Safaruddin.

Artikulli paraprakMaulid Nabi di Abdya, Puluhan OPD Pamer Balai Hias dan Gulai Kancah
Artikulli tjetërKejari Banda Aceh Tahan Dosen dalam Perkara Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh