Categories: NEWS

Dampak Bencana Berlanjut, Sawah Warga Beutong Ateuh Terancam Tak Terairi

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Sektor pertanian di kawasan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, hingga kini masih lumpuh total. Persawahan yang menjadi tumpuan ekonomi belum juga pulih setelah dihantam bencana besar beberapa waktu lalu.

Kondisi ini diperparah oleh rusaknya infrastruktur irigasi yang menjadi sumber pengairan utama. Akibatnya, para petani terpaksa membiarkan lahan mereka terbengkalai tanpa adanya aktivitas bercocok tanam.

Bahkan, kondisi ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.

“Selama ini, sawah atau pertanian merupakan urat nadi perekonomian kami. Tapi sekarang berubah menjadi hamparan tanah kering yang gersang,” kata Mak Dah, salah satu warga Beutong Ateuh kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).

Mak Dah mengkhawatirkan, jika kondisi ini tidak segera ditangani oleh pihak berwenag, area persawahan warga akan beralih fungsi menjadi hutan belukar. Ketiadaan pasokan air menjadi faktor utama terhentinya aktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Nada getir juga diungkapkan oleh Ismail, warga lainnya. Ia menyebutkan bahwa masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan lahan tersebut tidak terurus dan meratapi lahan yang kian mengering.

“Sawah ini adalah ladang ekonomi utama kami, tapi sekarang kering dan tidak bisa ditanami apa-apa lagi. Kami tidak punya pilihan selain membiarkannya,” ujar Ismail.

Menurut Ismail, pembiaran lahan dalam jangka panjang tidak hanya memutus rantai pendapatan keluarga, tetapi juga mengancam status lahan itu sendiri. Tanpa adanya pengolahan rutin, semak belukar mulai menjalar dan perlahan akan mengambil alih area persawahan.

Ia khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, lahan pertanian warga akan kembali menjadi hutan. Hal tersebut tentu berdampak serius terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat setempat.

Mewakili para petani, Ismail berharap pemerintah kabupaten Nagan Raya maupun pemerintah provinsi Aceh segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki atau membangun kembali jaringan irigasi di wilayah tersebut.

“Dengan demikian, sektor pertanian di Beutong Ateuh dapat kembali pulih dan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Namun, jika terus dibiarkan seperti ini, ketahanan pangan dan tingkat ekonomi masyarakat di Beutong Ateuh dipastikan akan runtuh,” pungkasnya.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Nelayan Abdya Temukan Mayat di Perairan Simeulue, Diduga ABK KM Sukma Baru yang Hilang

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nelayan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan sesosok mayat di perairan Simeulue…

6 jam ago

Kapolri Tinjau Laboratorium Sabu di Pidie, 1,2 Ton Barang Bukti Disita

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau laboratorium narkotika ilegal yang…

6 jam ago

Diduga Sediakan Tempat Prostitusi di Aceh Barat, Tiga Perempuan dan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat empat orang yang diduga terlibat…

6 jam ago

Satpol PP Abdya Ancam Pemilik Ternak Liar Kurungan 3 Bulan dan Denda Rp3 Juta

Analisaaceh.com, Blangpidie | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengingatkan…

6 jam ago

Polisi Tangkap Sopir Truk Tangki Pengangkut 5 Ton Bio Solar Subsidi

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya menangkap seorang pria berinisial…

3 hari ago

Harga Gabah di Abdya Sempat Anjlok, Bulog Ingatkan Pengepul soal HPP

Analisaaceh.com, Blangpidie | Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie meminta petani di Aceh Barat Daya (Abdya)…

3 hari ago