Categories: NEWS

Demo Sengketa Lahan Ricuh, Massa Pecahkan Kaca Kantor PT CA di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Aksi unjuk rasa ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Seuneubok Lubok Raja Karya Abadi yang menuntut penyelesaian sengketa lahan di Kantor PT Cemerlang Abadi (CA), Gampong Cot Seumantok Kecamatan Babahrot kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berakhir ricuh pada Minggu (1/11/2026). Massa yang kecewa karena perwakilan manajemen perusahaan tidak berada di tempat nekat memaksa masuk hingga merusak dan memecahkan kaca jendela kantor.

Aksi demontrasi yang diikuti lebih dari 500 orang tersebut mendapat dukungan dari dua organisasi mahasiswa, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Abdya. Unjuk rasa tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRK Abdya, Mustiari atau yang akrab disapa Mus Seudong. Politikus Partai Aceh itu menyaksikan langsung jalannya aksi yang menuntut penyelesaian persoalan antara masyarakat dan perusahaan.

Dalam orasinya, perwakilan petani bersama mahasiswa mendesak agar persoalan antara masyarakat dan PT CA segera diselesaikan. Mereka juga mempertanyakan keberadaan serta aktivitas operasional perusahaan yang dituding tidak memiliki legalitas di wilayah Abdya, dan menuding perusahaan tersebut beroperasi secara ilegal.

Mereka juga mendesak pemerintah daerah beserta pihak berwenang segera menyelesaikan konflik agraria yang berkepanjangan tersebut.

Ketegangan meningkat saat massa berusaha menemui pihak manajemen perusahaan di dalam kantor. Namun, perwakilan manajemen yang hendak ditemui tidak berada di lokasi. Kondisi tersebut memicu kekecewaan hingga sejumlah massa melakukan perusakan kaca jendela kantor.

Kericuhan akhirnya mereda setelah aparat kepolisian turun tangan untuk mengendalikan situasi. Polisi kemudian menjanjikan fasilitasi pertemuan antara perwakilan demonstran dan pihak perusahaan.

Massa selanjutnya memberikan waktu 30 menit kepada manajemen PT CA untuk hadir menemui mereka.

Ketua Aliansi Masyarakat Tolak PT CA, Amri mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas belum adanya penyelesaian konkret terhadap tuntutan petani.

Ia menjelaskan, masyarakat sebelumnya telah menempuh jalur audiensi melalui rapat gelar pendapat (RDP) bersama DPRK Abdya pada Kamis (29/10/2026). Namun, pertemuan tersebut dinilai belum memberikan jawaban atas persoalan yang diperjuangkan kelompok tani.

“Aksi hari ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat karena RDP dengan DPRK Abdya beberapa waktu lalu tidak menghasilkan penyelesaian seperti yang diharapkan,” ujar Amri di sela-sela demonstrasi.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

BBPOM Aceh Temukan 6.819 Produk Bermasalah di Aceh Besar

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan 6.819 produk…

2 jam ago

Motor Scoopy Milik Mahasiswi Digadaikan Berulang Kali, Pria di Banda Aceh Ditangkap

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial EPA (45), warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, ditangkap…

2 jam ago

Bea Cukai Sita 10,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Aceh Utara

Analisaaceh.com, Aceh Utara | Sebuah kapal motor yang mengangkut sekitar 10,8 juta batang rokok ilegal…

2 jam ago

Ancam Siram Istri dengan Air Keras, Pria di Banda Aceh Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial NUR (49), warga Desa Setui, Kecamatan Baiturrahman, Banda…

1 hari ago

Istri Sah dan Warga Gerebek Ketua DPRK Nagan Raya di Rumah Dinas

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya berinisial MRR diduga…

3 hari ago

500 Muge Eungkot di Abdya Terima Bantuan Cool Box dan Jas Hujan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak 500 pedagang ikan keliling atau muge eungkot di Kabupaten Aceh Barat…

3 hari ago