Categories: NEWS

Diduga Hirup Uap Pertalite, Seorang Balita di Nagan Raya Meninggal Dunia

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Seorang balita di Gampong Karang Anyar, Kecamatan Alue Bilie, Kabupaten Nagan Raya meninggal dunia diduga akibat terhirup uap Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite yang bocor dari tempat penyimpanan.

Balita bernama Syafiqah yang masih berusia 2 tahun itu merupakan putri dari pasangan Suherman dan Musbandia. Ia bahkan sempat dilarikan ke Puskesmas Alue Bilie, namun nyawa bayi itu tidak dapat tertolong.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Setiyawan Eko Prasetiya melalui Kasat Reskrim, AKP Machfud menjelaskan bahwa kejadian meninggalnya balita itu berawal saat ayah korban yakni Suherman membeli BBM jenis pertalite sebanyak 60 liter di SPBU Gunong Cut untuk dijual di pertamini miliknya.

“Namun setiba di rumahnya, BBM pertalite tersebut disimpan di kamar kosong yang jaraknya mencapai 5 meter dari ruangan tamu,” kata AKP Machfud dalam keterangannya yang diterima Analisaaceh.com, Minggu (16/10/2022).

Tepat pada pukul 20.30 WIB Jum’at malam, sebut Machfud, suami istri dan balita itu tidur di ruangan tamu sambil nonton televisi. Namun sekitar pukul 02.30 WIB, Suryaningsih yang merupakan kakak dari ibu balita itu mencium aroma pertalite yang menyengat.

“Setelah mencium bau tersebut, Suryaningsih langsung menuju ke ruang tamu untuk membangunkan mereka. Namun ketika melihat ketiganya telah mengeluarkan buih di dalam mulut, dia langsung berteriak meminta tolong kepada warga lainnya,” ujar Kasat Reskrim.

Dengan teriakan tersebut, lanjut Machfud, warga langsung membawa pasangan suami istri dan balita itu ke Puskesmas Alue Bilie.

“Setiba di Puskemas, balita tersebut sudah tidak bernyawa lagi. Sedangkan kedua orang tuanya tepat pukul 04.50 WIB terpaksa dilarikan ke RSUD-SIM untuk mendapatkan perawatan secara intensif,” terangnya.

Machfud menyebutkan, setelah dilakukan perawatan di RSUD-SIM pasangan suami istri sekitar pukul 09.30 WIB sudah diperbolehkan pulang, selain kondisi sudah membaik juga untuk melihat proses pemakaman putrinya.

Atas kejadian tersebut, tambah Machfud, tim inafis Polres Nagan Raya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda atau bekas penganiyaan terhadap balita tersebut,” ucapnya.

“Kita meminta kepada pihak pertamina dan Disperindagkop untuk mensosialisasikan kepada penjual BBM tentang SOP serta syarat lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Kasat Reskrim.

Editor : Nafrizal
Rubrik : NEWS
Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan Wisatawan di Bukit Lamreh

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Personel Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mesjid Raya telah mengamankan satu…

5 hari ago

Selundupkan 77 Satwa Dilindungi ke Thailand, AS Divonis 3 Tahun

Analisaaceh.com, IDI | Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada terdakwa berinisial AS…

5 hari ago

Pemerintah Aceh Minta Dana Otsus Diperkuat Lewat UUPA

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mendorong penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam revisi Undang-Undang…

5 hari ago

Ketua PPIH Aceh: Sebanyak 784 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan sebanyak…

5 hari ago

BBPOM Aceh Ingatkan Apotek Patuhi Izin dan Jalur Obat

Analisaaceh.com, Sinabang | Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Riyanto,…

5 hari ago

Bupati Safaruddin Minta Pejabat Eselon II Abdya Segera Kuliah S-2

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia…

7 hari ago