Categories: NEWS

Dosen Unimal Tingkatkan Kemampuan Aparatur Gampong Cot Trieng melalui Pelatihan AI

LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menggelar pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi aparatur Gampong Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe,15-16 September 2026.

Kegiatan bertema “Pengembangan Kompetensi Digital Aparatur Gampong Melalui Pelatihan Artificial Intelligence untuk Mendukung Good Village Governance” tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur dalam memahami dan memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua tim pengabdian, Yuli Santri Isma, S.Sos., M.A.P., dalam sambutannya mengatakan, perkembangan teknologi digital menuntut aparatur gampong untuk terus meningkatkan kompetensi. AI menjadi salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan administrasi dan pelayanan publik.

“Pelatihan ini kami laksanakan agar aparatur Gampong Cot Trieng tidak hanya mengenal artificial intelligence, tetapi juga memahami bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat dalam mendukung pekerjaan pemerintahan,” ujar Yuli.

Menurut Yuli, pemanfaatan AI dapat membantu aparatur dalam berbagai kebutuhan pekerjaan. Teknologi tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mencari informasi, menyusun bahan administrasi, mengembangkan ide, serta mendukung proses komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“AI bukan untuk menggantikan peran aparatur. AI adalah alat bantu yang dapat digunakan untuk membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, hasil yang diberikan tetap harus diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Yuli.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan AI dalam pemerintahan gampong perlu dilakukan secara bijak. Aparatur harus tetap memperhatikan ketepatan informasi, etika, keamanan data, serta tanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang menggunakan bantuan teknologi.

“Yang paling penting adalah kemampuan aparatur dalam menggunakan AI secara bertanggung jawab. Jangan sampai teknologi digunakan begitu saja tanpa melakukan pemeriksaan terhadap informasi yang dihasilkan,” jelas Yuli.

Yuli berharap kegiatan pengabdian tersebut dapat menjadi langkah awal bagi aparatur Gampong Cot Trieng untuk meningkatkan kemampuan digital. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan tata kelola pemerintahan gampong yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Harapan kami, setelah pelatihan ini aparatur dapat mulai menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari sehingga teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Yuli.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Keuchik Gampong Cot Trieng, Hasan Basri Yahya, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan AI relevan dengan kebutuhan aparatur gampong yang saat ini semakin dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam pelaksanaan pemerintahan.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Aparatur gampong memang perlu mengikuti perkembangan teknologi agar dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hasan.

Menurut Hasan, kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan kesempatan bagi aparatur untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan pada masa mendatang.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Kami sangat terbuka terhadap kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas aparatur dan memberikan manfaat bagi masyarakat Gampong Cot Trieng,” katanya.

Hasan juga menilai penggunaan AI perlu diarahkan pada kebutuhan nyata dalam pekerjaan aparatur. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih cepat tanpa mengurangi ketelitian dan tanggung jawab aparatur.

“Teknologi harus digunakan untuk membantu pekerjaan dan meningkatkan pelayanan. Kami berharap aparatur dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dalam pekerjaan sehari-hari,” tuturnya.

Untuk diketahui, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintahan di tingkat gampong. Pengetahuan tentang teknologi digital diharapkan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan adaptif.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Warga Pidie Tewas dalam Insiden Pengibaran Bendera, Pemerintah Aceh Minta Penanganan Hukum

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, meninggal dunia…

20 jam ago

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

3 hari ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

3 hari ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

3 hari ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

3 hari ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

4 hari ago