Categories: NEWS

DPRA Sampaikan Beberapa Rekomendasi Terkait Rancangan Qanun Pertanggungjawaban APBA 2022

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Badan anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memberikan beberapa rekomendasi tentang rancangan qanun pertanggung jawaban Anggaran Pendapatan Pembelanjaan Aceh (APBA) tahun 2022.

Hal ini dibacakan oleh Juru Bicara Banggar DPRA, Khalili dalam rapat paripurna di Gedung Utama DPRA Rabu (2/8/2023).

Adapun beberapa rekomendasi dan catatan penting untuk ditindak lanjuti PJ Gubernur Aceh yaitu meminta PJ gubernur Aceh untuk melakukan upaya alternatif lain dalam mencari skema pendanaan lain dengan kementrian (K/L) atas program dan kegiatan yang menimbulkan pendanaan besar dan berkelanjutan misalnya jalan MYC, KIA Ladong, pembangunan rumah sakit regional dan lainnya.

Alternatif ini adalah upaya mencegah pendaan pasca berakhirnya dana otsus Aceh tahun 2027.

“Meminta PJ untuk melakukan koordinasi dengan lintas pihak eksternal untuk mencari formulasi sumber pendanaan lainnya untuk penanganan jalan yang telah dibangun dan membutuhkan alokasi rehabilitasi besar misalnya proyek jalan MYC. Jika terus bergantung pada apba maka dipastikan pemeliharaan infrastruktur memerlukan biaya besar,” ujarnya.

Meminta PJ gub untuk melakukan pertemuan untuk melakukan observasi ulang proyek strategis dan mengkaji ulang sumber pendanaan dan program besar.

Meminta untuk menyusun perencanaan pembangunan berbasis pada kinerja fungsional.

“Menuntaskan seluruh program yang direncakan termasuk advokasi kebijakan khusus untuk perpanjangan dana Otsus Aceh,” paparnya.

Mendesak gubernur Aceh Agar meninjau kembali keberadaan sekretariat P2K APBA karena dinilai tumpang tindih kinerjanya dengan Bappeda Aceh dan Biro Administrasi pembangunan Sekda Aceh.

Meminta untuk memerintahkan sekda Aceh sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk melakukan Sub Koordinasi dengan Satuan Perangkat Kerja Aceh (SKPA) dengan cermat dan harus berorientasi pada keberhasilan program yang hendak dicapai sebagaimana Rencanaan Pembangunan Aceh (RPA) tahun anggaran 2023-2026.

“Meminta PJ untuk evaluasi secara keseluruhan SKPA secara rutin dan menerapkan sanksi reward agar memicu semangat dan meminta PJ untuk mendorong inspektorat bersegera untuk melakukan observasi ulang terhadap semua program pemerintah Aceh,” tuturnya.

Meminta PJ gub Aceh untuk pemerintah Sekda dan tim menuntaskan temuan LPK RI tahun anggaran 2022 dan meminta PJ evakuasi pekerjaan pembangunan komplek kawasan KIA Ladong dan pembangunan lainnya yang tidak fungsional.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Tekan Kemiskinan, Safaruddin Perintahkan Audit Keuchik Mangkir Rapat

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kesejahteraan dan…

13 jam ago

Santuni 1.604 Anak Yatim, Safaruddin Ajak Pejabat Jadi Ayah Asuh

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) menyalurkan bantuan berupa santunan dan…

14 jam ago

Abdya Terima Bantuan Buffer Stok Rp1,77 M dari Pemerintah Aceh

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menerima bantuan logistik cadangan penanggulangan bencana…

14 jam ago

BKPSDM: Pejabat Inspektorat Banda Aceh Diberhentikan Sementara

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kepala BKPSDM Kota Banda Aceh Emila Sovayana mengatakan pejabat di lingkungan…

14 jam ago

Pejabat Inspektorat Banda Aceh Diduga Terlibat Kasus Gay

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pejabat di lingkungan Inspektorat Kota Banda Aceh berinisial FD (58)…

14 jam ago

Dampak Ricuh Hari Damai Aceh, Kendaraan Warga Rusak dan Bendera Bulan Bintang Masih Berkibar di Masjid Raya

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh ke-21 di kawasan…

4 hari ago