NEWS DSI Aceh Gandeng Balai Syura Perkuat Pemberdayaan Perempuan Aceh

DSI Aceh Gandeng Balai Syura Perkuat Pemberdayaan Perempuan Aceh

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., MAP., bersama jajaran menerima audiensi perwakilan Balai Syura Ureung Inong Aceh di Kantor DSI Aceh, Kamis (30/7/2026). Pertemuan membahas peluang kolaborasi dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. Foto: Dok. DSI Aceh.

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Penguatan peran perempuan dalam keluarga dan kehidupan sosial menjadi salah satu fokus kolaborasi Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh dengan Balai Syura Ureung Inong Aceh. Kedua lembaga menjajaki sejumlah program bersama yang diarahkan pada peningkatan kapasitas perempuan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai syariat Islam dan budaya Aceh.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Balai Syura Ureung Inong Aceh dengan jajaran DSI Aceh di Ruang Rapat Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Kamis (30/7/2026).

Audiensi diterima langsung Kepala DSI Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., MAP., didampingi Sekretaris DSI Aceh Marzuki, S.Ag., MH., para kepala bidang dan kepala UPTD.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarlembaga, tetapi juga dimanfaatkan untuk memetakan peluang kerja sama dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga hingga pembinaan kehidupan masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Misran mengatakan, pelaksanaan syariat Islam di Aceh membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, DSI Aceh membuka ruang kolaborasi dengan organisasi yang memiliki perhatian terhadap penguatan keluarga dan pemberdayaan perempuan.

“Pelaksanaan berbagai program pembinaan masyarakat tentu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi perempuan, agar manfaat program dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” kata Misran.

Menurutnya, perempuan mempunyai posisi strategis dalam pembangunan masyarakat karena memiliki peran penting dalam keluarga, terutama sebagai pendidik pertama bagi anak-anak.

Peran tersebut, kata Misran, perlu diperkuat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas sehingga perempuan dapat berkontribusi lebih besar dalam melahirkan generasi Aceh yang berilmu, berakhlak dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik.

“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Pendidikan pertama seorang anak dimulai dari rumah. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan juga menjadi bagian penting dalam upaya kita membangun generasi Aceh ke depan,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, DSI Aceh dan Balai Syura Ureung Inong turut mendiskusikan sejumlah program yang berpeluang dilaksanakan secara kolaboratif. Di antaranya kegiatan edukasi, pembinaan masyarakat, penguatan ketahanan keluarga serta peningkatan keterlibatan perempuan dalam mendukung pelaksanaan syariat Islam.

Misran berharap pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif sehingga gagasan yang dibahas tidak berhenti pada tataran diskusi.

“Kita berharap sinergi ini dapat terus diperkuat dan melahirkan program-program yang konkret serta benar-benar memberikan manfaat bagi perempuan, keluarga dan masyarakat Aceh,” katanya.

DSI Aceh juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka kemitraan dengan organisasi dan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan pembinaan sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Aceh yang religius, berdaya dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Artikulli paraprakSatlantas Polresta Banda Aceh Sita 80 Motor Berknalpot Brong
Artikulli tjetërCegah Kegaduhan, Pemerintah Aceh Minta Pertamina Perbaiki Pelayanan SPBU