pelaku yang diamankan, foto: ist
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Aksi pencurian tas di depan Apotek Cinta Sehat, Banda Aceh, yang sempat viral di media sosial, berhasil diungkap polisi dalam waktu kurang dari 1×24 jam. Dua pelaku pencurian berhasil diamankan aparat kepolisian setelah dilakukan penyelidikan intensif terhadap rekaman video yang beredar luas di dunia maya.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Baiturrahman AKP Endang Sulastri membenarkan penangkapan terhadap kedua pelaku pencurian tersebut. Ia mengatakan, kedua terduga pelaku diamankan di lokasi berbeda tanpa perlawanan.
“Benar, kedua pelaku telah diamankan tadi malam. Ini merupakan perintah Kapolresta Banda Aceh agar setiap aksi kejahatan segera ditindaklanjuti dan diungkap maksimal dalam waktu 1×24 jam,” ujar AKP Endang, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban bernama Juni Eka Putra (35), warga Sumatera Utara, memarkirkan sepeda motornya di depan Apotek Cinta Sehat dan masuk ke dalam apotek untuk mengambil obat pesanan.
“Korban meninggalkan tas ransel warna biru di kursi ruang tunggu. Tak lama kemudian, datang dua pelaku menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi BL 4647 PAZ,” jelasnya.
Salah satu pelaku, RAS (15), yang merupakan anak berhadapan dengan hukum dan diduga sebagai pelaku utama, turun dari sepeda motor dan langsung mengambil tas milik korban. Sementara pelaku lainnya, IH (27), warga Banda Aceh, menunggu di atas sepeda motor.
Usai melakukan aksinya, RAS kembali naik ke sepeda motor dan keduanya melarikan diri ke arah Jalan K.H. Ahmad Dahlan. Korban sempat melakukan pengejaran, namun tidak berhasil.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa satu dompet berwarna cokelat berisi uang tunai Rp500 ribu, satu unit handphone merek Poco F7, berkas amprahan Rumah Sakit Zainal Abidin, faktur obat, dokumen perusahaan, serta sejumlah obat.
Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Baiturrahman dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/02/I/2026/SPKT Polsek Baiturrahman/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh, tertanggal 31 Januari 2026, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp3 juta.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan koordinasi lintas satuan. Setelah sekitar 10 jam pencarian, tim berhasil mengamankan RAS di Gampong Lambaro Skep, Banda Aceh, beserta barang bukti berupa tas ransel biru, sejumlah berkas milik korban, serta sepeda motor yang digunakan saat beraksi.
“Dari hasil pengembangan, diketahui barang bukti lainnya berada pada pelaku IH,” lanjut AKP Endang.
Sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu (1/2/2026), polisi kembali berhasil mengamankan IH alias Apek (27). Dari keterangannya, handphone milik korban telah digadaikan di sebuah warung kelontong di kawasan Ulee Lheue seharga Rp15 ribu untuk membeli bahan bakar sepeda motor, sementara uang tunai Rp500 ribu telah habis digunakan.
Atas perbuatannya, RAS dijerat Pasal 362 KUHP serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Sementara IH dijerat Pasal 446 Ayat 1 KUHP dan saat ini diamankan di Polsek Baiturrahman.
AKP Endang juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak meninggalkan barang berharga sembarangan.
“Simpan barang berharga di tempat aman dan segera laporkan setiap tindak kejahatan melalui Call Center 110. Insyaallah akan kami tindak lanjuti,” tutupnya.
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menunjuk Darmawan Saputra, SE sebagai Pelaksana…
Analisaaceh.com, Jakarta | PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi terpilih sebagai Rektor…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Harga emas di Banda Aceh mengalami penurunan pada Senin (2/2/2026), setelah…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pegadaian Area Aceh menggelar Festival Tring Aceh sebagai upaya memperkenalkan transformasi digital…
Komentar