Deputi Bisnis Kantor Area Pegadaian Aceh, Joko Prasetyo saat Festival Tring. (Foto: Ist)
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pegadaian Area Aceh menggelar Festival Tring Aceh sebagai upaya memperkenalkan transformasi digital layanan Pegadaian sekaligus mengedukasi masyarakat tentang investasi emas secara mudah dan aman melalui aplikasi Tring.
Deputi Bisnis Kantor Area Pegadaian Aceh, Joko Prasetyo, mengatakan Festival Tring digelar hampir di seluruh wilayah Selindung dengan harapan dapat mendekatkan layanan Pegadaian kepada masyarakat tanpa harus datang langsung ke kantor.
“Melalui aplikasi Tring, masyarakat tidak perlu lagi hadir ke Pegadaian dengan membawa barang atau uang tunai. Semua transaksi bisa dilakukan secara digital selama 24 jam, mirip seperti mobile banking,” kata Joko, saat Festival Tring Aceh. Jum’at (30/1/2026).
Ia menjelaskan, aplikasi Tring memiliki beragam fitur, mulai dari pembayaran berbagai kebutuhan, gadai emas, pembelian dan penarikan emas fisik, hingga pembayaran angsuran emas. Selain itu, Tring juga dapat digunakan untuk membeli pulsa, token listrik, serta membayar listrik, air, dan telepon.
Untuk investasi, Tring difokuskan pada produk tabungan emas. Menurut Joko, produk tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, sehingga Pegadaian terus berinovasi melalui pengembangan layanan digital.
“Dengan Tring, masyarakat bisa mulai berinvestasi emas hanya dengan Rp10 ribu. Ini memudahkan siapa saja untuk menabung emas, tidak harus dengan nominal besar,” ujarnya.
Joko menyebutkan, penggunaan aplikasi Tring di Aceh menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, Area Banda Aceh masuk dalam 10 besar nasional dengan tingkat penggunaan Tring tertinggi dan mendapat apresiasi dari Direksi Pegadaian.
Terkait fluktuasi harga emas, Joko menegaskan nilai tabungan emas tidak akan berkurang. Setiap dana yang disetorkan langsung dikonversi ke emas sesuai harga saat transaksi dilakukan, sehingga nilainya akan mengikuti pergerakan harga emas.
“Kalau harga emas naik, otomatis nilai tabungan emas ikut naik. Harga emas di Tring mengikuti pergerakan harga secara real time,” katanya.
Ia menambahkan, kenaikan harga emas saat ini dipengaruhi berbagai faktor global, seperti ketegangan geopolitik, kebijakan suku bunga The Fed, hingga meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral dunia.
Aplikasi Tring sendiri diluncurkan pada tahun 2025, setelah Pegadaian ditunjuk sebagai Bullion Bank oleh Presiden Prabowo pada 27 Februari 2025 di The Gade Tower, Jakarta. Proses pendaftarannya cukup dengan mengunduh aplikasi Tring dan mengisi data diri sesuai petunjuk.
Selama Festival Tring Aceh yang berlangsung selama dua hari, Pegadaian menggratiskan biaya pembukaan tabungan emas sebesar Rp30 ribu. Masyarakat bebas menentukan nominal menabung, mulai dari Rp10 ribu, dan dapat dilakukan kapan saja.
Selain itu, emas tabungan di Tring dapat ditransfer ke sesama pengguna, digadaikan, atau diambil dalam bentuk fisik. Pengambilan emas fisik juga bisa dilakukan melalui ATM Emas Pegadaian yang telah tersedia di sejumlah kota besar di Indonesia.
“Harapan kami, masyarakat bisa membeli masa depan dengan harga hari ini melalui investasi emas. Di Aceh, harga emas terus naik, sehingga menabung emas menjadi pilihan investasi yang menjanjikan,” tutup Joko.
Analisaaceh.com, Jakarta | Kementerian Agama RI menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola serta meningkatkan kesejahteraan…
Analisaaceh.com, Aceh Utara | Di tengah sisa-sisa kelelahan pascabanjir Aceh 2025, senyum anak-anak Gampong Teumpok…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banda Aceh melakukan operasi…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pelaksanaan eksekusi uqubat cambuk terhadap enam terpidana digelar di Kota Banda…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Lembaga kemanusiaan internasional MyFundAction kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir…
Komentar