GISA, Ikhtiar Mempersiapkan Generasi Bangsa yang Sehat dan Berprestasi

Sekda Aceh, Taqwallah, didampingi Kacabdin Banda Aceh/Aceh Besar, Syarwan Joni, memberikan arahan usai mengikuti kegiatan Zikir dan Doa bersama Pemerintah Aceh secara virtual di SMAN 14 Banda Aceh, Rabu (24/8/2022).

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Beberapa waktu lalu, Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, telah meluncurkan Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA). Gerakan ini bertujuan untuk mempercepat cakupan 7 imunisasi dasar dan penanganan stunting Aceh yang hingga saat ini masih cukup tinggi. GISA sendiri adalah ikhtiar mempersiapkan generasi bangsa yang sehat dan berprestasi.

Untuk kesuksesan GISA, Pj Gubernur menugaskan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, selaku Ketua Satgas Penanganan Stunting Aceh untuk mengawal gerakan ini, Rabu (25/8/2022).

Sejak kemarin (Selasa, 24/8) dalam arahannya usai dzikir dan do’a bersama yang rutin digelar setiap pagi menjelang aktivitas kedinasan, Sekda Aceh mulai mensosialisasikan GISA kepada para ASN jajaran Pemerintah Aceh peserta dzikir dan do’a yang tersebar di seluruh Aceh.

“Agar anak-anak kita tumbuh lebih sehat dan cerdas, maka harus kita persiapkan sejak dini. Bukan hanya sejak dalam kandungan, secara lebih luas, mempersiapkan generasi yang sehat bahkan harus kita mulai di masa pra nikah,” ujar Sekda.

Oleh karena itu, sambung Sekda, pada GISA ini nantinya akan ada pemberian vitamin penambah darah untuk siswi tingkat SMP dan SMA. Pemberian vitamin penambah darah ini akan berlangsung selama 52 minggu. “Setiap minggunya, para siswi akan diberikan vitamin penambah darah, gratis. Nantinya Dinas Pendidikan atau instansi terkait lainnya akan mendistribusikan ke sekolah-sekolah atau pihak sekolah bisa juga mengambil langsung ke instansi yang akan ditunjuk kemudian,” kata Taqwallah.

Selain itu, lanjut Taqwallah, GISA juga akan mensosialisasikan dan memacu pelaksanaan 7 imunisasi dasar pada anak, yaitu imunisasi Hbo, BCG, OPV, IPV, DPT-HepB-HiB, MR dan PCV, serta 10 upaya intervensi stunting.

“Capaian imunisasi Aceh masih rendah, harus diakui hal ini menjadi sebab kenapa angka stunting kita tinggi, karena anak yang tidak diimunisasi lengkap rentan terserang penyakit. Nah, masa balita yang tidak sehat akan berimbas pada tumbuh kembang fisik dan otak anak. Inilah salah satu penyebab stunting,” imbuh Sekda.

Sementara itu, terkait upaya penanganan stunting, GISA akan melakukan sepuluh upaya intervensi, yaitu pemberian tablet tambah darah dan screening anemia pada remaja. Kepada ibu hamil, GISA akan melakukan pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet tambah darah dan pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil KEK.

Sedangkan untuk balita, GISA akan melakukan pemantauan tumbuh kembang balita, penyuluhan dan sosialisasi pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan berprotein hewani bagi bayi dua tahun, tata laksana balita dengan masalah gizi serta peningkatan dan percepatan cakupan perluasan jenis imunisasi.

“Aceh adalah 1 dari 12 daerah tingkat provinsi yang menjadi fokus penanganan stunting. Pak Pj Gubernur telah bertemu langsung dengan Wakil Presiden untuk melaporkan dan membahas upaya penanganan stunting di Aceh. Dari pertemuan tersebut, Pak Pj Gubernur menggagas GISA ini. Mari kita sukseskan GISA, Insya Allah dengan ikhtiar bersama, upaya kita melahirkan generasi Aceh yang sehat, cerdas dan berprestasi akan terwujud,” kata Taqwallah.

Hari ini Rabu (24/8), Sekda mengikuti zikir dan doa di SMAN 14 Banda Aceh. Seperti biasa, usai zikir dan doa bersama, Sekda menyapa sejumlah SKPA dan sekolah.

Usai zikir dan doa bersama, Sekda sempat meninjau suasana belajar mengajar di SMAN 14 Banda Aceh serta melakukan penanaman bibit pohon buah rambutan, di halaman SMAN 14.

Komentar
Artikulli paraprakDua Agen Chip Higgs Domino di Abdya Diringkus Polisi
Artikulli tjetërPelaku Perampokan Uang Ratusan Juta di Aceh Singkil Serahkan Diri ke Polisi, Satu DPO