Gubernur Nova Ajak BSI Bersinergi dengan Bank Aceh Syariah

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menerima kunjungan silaturahmi Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi beserta rombongan, di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (4/5/2021).
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menerima kunjungan silaturahmi Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi beserta rombongan, di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (4/5/2021).

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh menyambut baik merjer tiga Bank Syariah nasional menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Kehadiran BSI diharapkan dapat semakin menumbuhkan semangat kebangkitan sistem keuangan syariah di Bumi Serambi Mekah. Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengajak BSI untuk bersinergi dengan Bank Aceh Syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat menerima kunjungan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi dan jajaran BSI, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (4/5/2021).

“Secara umum, kami tentu bersyukur dan menyambut dengan senang hati merger yang dilakukan oleh pemerintah pada 3 bank syariah ini. Aceh memang yang paling relevan dalam konteks ini karena kita sudah memiliki Qanun nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, yang mengharuskan semua lembaga keuangan, baik bank maupun non bank yang berada di Aceh menggunakan skema syariah,” ujar Gubernur.

Gubernur mengungkapkan, dalam perjalanan alih skema ini, Bank BRI Syariah dan Bank Mandiri Syariah yang paling menyambut baik dan cepat prosesnya. Kini, bersama BNI Syariah pemerintah telah melakukan merjer pada ketiga bank ini menjadi BSI.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur mengatakan, proses merjer ketiga bank ini tentu akan turut berpengaruh pada operasional dan pelayanan.

“Kami tentu memaklumi proses merger operasional ketiga Bank ini butuh penyesuaian dan waktu. Namun, kami berharap dalam waktu dekat pelayanan di BSI bisa seperti seharusnya,” lanjut Gubernur.

Sebagai sesama Bank Syariah, dalam kesempatan tersebut Gubernur Aceh juga mengajak BSI untuk bersinergi dengan Bank Aceh Syariah.

“Mudah mudahan bisa menjadi partner, Aceh memang ditakdirkan tidak memiliki Bank Konvensional, jadi Bank Syariah tentu akan lebih leluasa berinovasi. Mudah-mudahan bisa saling bersinergi, bekerjasama dan saling mengisi dengan Bank Aceh Syariah,” kata Nova.

Sementara itu, Hery Gunardi menjelaskan, visinya pemerintah terhadap pembentukan BSI sekedar untuk melayani pasar di Indonesia tapi juga untuk bersaing secara global. Karena BSI merupakan merjer dari 3 bank nasional, maka saat ini jumlah nasabah BSI adalah sebesar 15 juta nasabah.

“Secara umum merjer ketiga bank ini sudah dilakukan, namun saat ini kita sedang melakukan pembenahan terkait merjer operasional dari ketiga bank ini menjadi satu, ini tentu akan memakan waktu. Insya Allah pada bulan Juni operasional BSI sudah akan berjalan seperti seharusnya.

Oleh karena itu, pada proses integrasi ini kami memohon dukungan dari Pemerintah Aceh,” kata Hery.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut BSI juga menyambut baik usulan Gubernur Aceh untuk bersinergi bergandeng tangan dengan Bank Aceh Syariah. “Jika ke depan ada pembiayaan yang bagus, mungkin kita bisa bersindikasi.”

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat itu, Gubernur turut didampingi oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh EMK Alidar. Sementara itu Dirut BSI turut didampingi oleh Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna, Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho, SEPV Human Capital Rosma Handayani dan Regional CEO BSI Nana Hendriana.

Komentar
Artikulli paraprakKomplotan Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Banda Aceh Diringkus
Artikulli tjetërHaji Uma Bantu Biaya Pendampingan Gadis Aceh Utara Korban Rudapaksa