Analisaaceh.com, Banda Aceh | Nilai impor Aceh pada Agustus 2026 mencapai 82,67 juta dolar AS. Angka ini melonjak 176,51 persen dibandingkan Agustus 2025.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan impor tersebut juga naik 0,96 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat 81,89 juta dolar AS.
“Kenaikan impor pada Agustus terutama berasal dari gas propana dan butana dengan nilai 76,06 juta dolar AS. Komoditas ini menyumbang sekitar 92 persen dari total impor Aceh,”paparnya.
Selain gas, Aceh juga mengimpor bahan kimia anorganik dari India senilai 3,89 juta dolar AS serta mesin dan peralatan mekanik dari Malaysia senilai 2,32 juta dolar AS.
Dari sisi negara asal, Amerika Serikat menjadi sumber impor terbesar Aceh dengan nilai 76,06 juta dolar AS. Impor dari negara tersebut berupa gas propana dan butana.
Sementara itu, nilai ekspor Aceh pada Agustus 2026 mencapai 74 juta dolar AS. Angka tersebut turun 11,49 persen dibandingkan Juli 2026, tetapi naik 29,54 persen dibandingkan Agustus 2025.
“Karena nilai impor lebih besar daripada ekspor, perdagangan luar negeri Aceh pada Agustus 2026 mengalami defisit sebesar 8,67 juta dolar AS,”lanjutanya.
BPS Aceh mencatat, defisit perdagangan juga terjadi pada Oktober 2025 dan Mei 2026.




