Ini Kisah Pemuda Aceh yang Ijab Kabul di Tengah Wabah Corona

Analisaaceh.com | Tanpa pesta, ijab kabul pernikahan sepasang kekasih ini tetap dilangsungkan di tengah-tengah mewabahnya virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Riza Mirza, seorang pemuda Lhokseumawe yang juga merupakan IT Developer Analisaaceh.com mempersunting seorang gadis di Tanjung Pura, Sumatera Utara dengan tetap melangsungkan ijab kabul dan menunda pestanya. Bahkan membatalkan 2.400 undangan.

Ijab kabul yang berlangsung pada Minggu (29/3/2020) di Tanjung Pura itu berlangsung sakral meskipun tanpa para tetamu dan keluarga besar.

Mirza menceritakan, perencanaan dan jadwal pernikahan tersebut sudah lama direncanakan dan jauh sebelum mewabahnya virus corona. Sebab itu, akad ijab kabul tetap dilangsungkan meskipun tanpa pesta.

“Kita cuma akad ijab kabul karena mengingat sedang darurat corona yang menghindari keramaian, maka pestanya yang mengundang 2.400 tamu kita tunda,” ujar Mirza pada Minggu (29/3).

Tak hanya itu, kata Mirza, bahkan keluarga mempelai wanita telah menyiapkan seluruh kebutuhan pesta. Seperti tenda pesta yang sudah dipasang dan terpaksa dibongkar. Hal itu dilakukan sesuai dengan instruksi dan imbauan pemerintah untuk menundanya terlebih dahulu.

“Ini juga untuk kita bersama, agar kita tidak ter papar virus ini,” ungkap Mirza.

Kenal di Medsos

Mirza menceritakan, ia dengan sang istri kenal di media sosial, kemudian bertemu di Terminal AIS Medan, setelah itu mereka terus berkomunikasi.

“Awal kenalan dia kira saya mahasiswa Unimal juga, jadi sering berkomunikasi lewat sosial media,” tuturnya.

Berhubung dari dulu sudah jadi orang IT yang sering aktif di grup, hingga berakhir di team viewer, hal ini juga sama dengan sang istri.

“Malah makin dekat, proses berteman virtual ini berjalan selama lebih kurang 3 bulan selama saya masih di Jogja,” ungkap Mirza.

Setelah pulang dari Jogja dan bertemu di Medan, hubungan berlanjut di Lhokseumawe. Suka duka dari naik becak pas ketemuan, ngapelin cuma jajan makan kuaci, sampai berbagi duit jajan saat sedang krisis.

“Tahun 2014 dia membantu saya masuk kuliah mulai dari ambil formulir, hingga ditemani saat tes masuk. Kuliah saya berjalan, dia masuk akhir semester. Dia buat skripsi, saya bantu se bisa. Walau sesama IT, tetapi tidak banyak membantu dalam hal isi skripsi, tetapi dukungan semangat dan pendamping,” kata IT Developer Analisaaceh.com ini.

Kemudian pada November 2016, sang kekasih wisuda, dengan predikat cumlaude. Lalu dia pulang ke asalnya, Tanjung Pura. Ia kerja di sebuah pesantren modern, hingga sampai mengundurkan diri karena akan menikah.

“Desember 2019, dia menjadi pendamping wisuda saya, di Universitas Almuslim, yang merupakan kampus rekomendasi nya. Mulai dari 2018 hingga akad nikah pada 29 maret 2020, di tengah wabah corona, kami telah banyak berjuang agar bisa jadi suami istri dan membangun keluarga. Banyak rintangan dan halangan, namun, kedua orang tua kami lah yang mendukung,” pungkas Mirza.

Komentar
Artikulli paraprakKasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah Menjadi 1.285
Artikulli tjetërPemko Banda Aceh Sediakan 40 Unit Chamber Ruang Steril di Area Publik