Categories: NEWS

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Capai 81 Orang

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 81 kasus dengan sebagian besar penderita bukan penduduk asli Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menjelaskan bahwa dari total kasus yang tercatat, hanya sekitar 20 persen yang berasal dari warga kota, sementara selebihnya merupakan pendatang dari luar daerah. Meski demikian, pemerintah kota tetap berkomitmen memberikan layanan kesehatan yang setara bagi semua penderita tanpa membedakan asal domisili.

“Rata-rata penderita HIV/AIDS ini bukan berasal dari Banda Aceh. Sekitar 20 persen ke bawah yang memang warga kota, selebihnya dari luar daerah. Tapi semua yang ada di Banda Aceh tetap harus kita layani dan jaga,” ujarnya dalam Forum Kemitraan untuk Pengendalian Penyakit AIDS, Tuberkolosis & Malaria Tingkat Kota Banda Aceh, di Balai Kota, Kamis (16/10/2025).

Ia menegaskan, upaya penanggulangan HIV/AIDS harus dilakukan secara multi sektor dan melibatkan berbagai OPD, termasuk kolaborasi dengan Pemerintah Aceh serta organisasi seperti Adimkes yang selama ini aktif membantu.

“Dengan adanya program kegiatan bersama tim ATM, insyaAllah kita bisa terus menekan angka kasus HIV/AIDS. Targetnya, sebagaimana amanat SDGs poin 3.3, pada tahun 2030 kita harap akan ada gampong bebas AIDS,” ujarnya.

Menurut Illiza, pendidikan agama dan peningkatan kesadaran masyarakat penting untuk membangun pola hidup sehat dan mencegah perilaku berisiko. Pemerintah juga menyediakan layanan screening atau tes HIV/AIDS gratis di puskesmas dan fasilitas kesehatan.

“Screening dilakukan secara gratis, tidak berbayar. Ketika ada pasien yang dicurigai, misalnya kondisi tubuhnya menurun drastis, petugas akan mendekati dan mengajak untuk tes. Banyak yang akhirnya mau dites dan hasilnya positif HIV. Semua kita tangani dengan menjaga kerahasiaan identitas penderita,” jelasnya.

Illiza menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membeda-bedakan pelayanan kesehatan kepada siapa pun.

“Kita tidak bisa meninggalkan siapa pun yang sakit, dalam bentuk apapun. Tugas kita adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Perkuat Payung Hukum, KIP Aceh Barat Teken PKS dengan Kejari

Analisaaceh.com, Meulaboh | Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat menjalin kolaborasi strategis dengan Kejaksaan…

1 hari ago

16.276 Hektare Sawah di Aceh Rusak Berat Pascabencana, Petani Butuh Penanganan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak 16.276 hektare sawah di Aceh mengalami kerusakan berat akibat bencana…

1 hari ago

Cegah DBD Meluas, Pemerintah Gampong Mata Ie Abdya Gelar Fogging

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Gampong Mata Ie, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan…

1 hari ago

Diduga Curi 1,9 Ton Sawit, Remaja Asal Keude Baro Abdya Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Blangpidie | Seorang remaja berinisial MF (19) warga Gampong Keude Baro Kecamatan Kuala Batee…

1 hari ago

Dari Aceh ke Asia, PAG Dorong Arun Jadi Global Integrated Energy Hub

Analisaaceh.com, Jakarta | PT Perta Arun Gas (PAG), bagian dari Subholding Gas dan anak perusahaan…

1 hari ago

Polda Aceh Musnahkan Vape Etomidate, Sabu dan 49 Ribu Ekstasi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh memusnahkan ribuan barang bukti narkotika…

2 hari ago