Categories: NEWS

Kemenag Aceh Prediksi Ramadan 19 Februari

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh memprediksi awal Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Prediksi tersebut didasarkan pada hasil perhitungan Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh yang menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, MSi, menyampaikan bahwa berdasarkan data hisab, hilal pada 29 Sya’ban 1447 H tidak memungkinkan untuk terlihat. Oleh karena itu, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.

“1 Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Kami mengucapkan selamat menyambut Ramadan 1447 H kepada seluruh umat Islam di Aceh. Mari kita persiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, untuk menyambut ibadah Ramadan,” ujar Azhari di Banda Aceh, Rabu (11/2).

Ia menegaskan bahwa rukyatul hilal tetap menjadi acuan utama dalam penentuan awal bulan Hijriah. Namun, karena posisi hilal berada di bawah ufuk, Kanwil Kemenag Aceh tidak akan melakukan observasi visual, melainkan hanya menggelar kegiatan edukasi dan penyampaian informasi kondisi hilal.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Gedung Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar.

Azhari juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah di penghujung bulan Sya’ban sebagai persiapan memasuki Ramadan, agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan optimal dan mencapai derajat takwa.

Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr. Alfirdaus Putra, SHI, MH, menjelaskan bahwa ijtimak awal Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H. Ijtimak tersebut terjadi setelah matahari terbenam.

“Pada saat matahari terbenam pukul 18.52 WIB, bulan sudah lebih dahulu terbenam pada pukul 18.48 WIB. Posisi hilal berada di minus 0,97 derajat di bawah ufuk dengan elongasi 0,93 derajat,” jelas Alfirdaus.

Ia menambahkan bahwa di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal juga masih berada di bawah ufuk, berkisar antara minus 1 derajat di wilayah Sumatra hingga minus 2,4 derajat di wilayah Papua. Dengan kondisi tersebut, hilal dipastikan tidak mungkin terlihat.

“Karena itu, bulan Sya’ban 1447 H diistikmalkan menjadi 30 hari dan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026,” ujarnya.

Meski demikian, Alfirdaus menegaskan bahwa keputusan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh Menteri Agama pada 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Aceh Padam Lagi di Malam Meugang Jelang Iduladha, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Belum Stabil

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wilayah di Aceh kembali mengalami pemadaman listrik pada Senin (25/5/2026)…

17 jam ago

Tarmizi soal Oknum Minta Daging Pakai Nama Bupati: Lempar ke Jidatnya

Analisaaceh.com, Meulaboh | Bupati Aceh Barat Tarmizi menegaskan tidak akan mentolerir praktik permintaan daging meugang…

2 hari ago

Trauma Tragedi 1999 Kembali Diingat, Keluarga Teungku Bantaqiah Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang Beutong

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ketegangan di kawasan Lembah Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, kembali…

3 hari ago

Listrik di Sebagian Abdya Mulai Normal Pascablackout, PLN Terus Lakukan Pemulihan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pasokan listrik di sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai kembali…

3 hari ago

79 Persen Penyulang di Aceh Sudah Kembali Normal

Analisaaceh.com, Banda Aceh | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan sebanyak 79…

3 hari ago

Wamenkes Sebut Imunisasi Anak di Aceh Baru Capai 33 Persen

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyoroti rendahnya cakupan imunisasi…

3 hari ago