Kondisi tiang-tiang bangunan Pasar Modern yang dibangun di masa kepemimpinan Bupati Jufri Hasanuddin yang mangkrak selama hampir sembilan tahun kini akan dilanjutkan kembali pembangunannya di tahun 2026-2027 dibawah kepemimpinan Safaruddin-Zaman Akli. Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) kembali melanjutkan pembangunan Pasar Modern yang terletak di Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, kabupaten setempat, setelah sempat mangkrak selama kurang lebih sembilan tahun. Proyek tersebut akan dikerjakan secara tahun jamak atau multiyears pada rentang waktu 2026-2027 dengan alokasi pagu anggaran mencapai Rp44 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Abdya, Rahwadi melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman, Azmi Kamal mengatakan, proses tender saat ini telah memasuki tahap klarifikasi atau negosiasi antara pihak perusahaan dengan kelompok kerja (Pokja) pemilihan.
“Rencananya akhir Agustus ini perusahaan pemenang sudah menandatangani kontrak kerja,” kata Azmi saat ditemui wartawan di kawasan Jalan Dua Jalur Bukit Hijau Komplek Perkantoran Pemkab Abdya, Sabtu (22/08/2026).
Azmi memaparkan, dari 14 perusahaan yang mendaftar dalam proses tender, hanya dua perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran. Pemerintah daerah menargetkan pengerjaan pembangunan pasar tersebut dapat diselesaikan 100 persen dalam dua tahun anggaran. Adapun pekerjaan fisik direncanakan berlangsung selama 16 bulan setelah penandatanganan kontrak.
“Kita berharap pembangunan pasar modern ini bisa selesai sepenuhnya selama dua tahun anggaran ini, sesuai dengan kesepakatan atau MoU antara pemerintah daerah dan DPRK Abdya,” ujarnya.
Azmi menjelaskan bahwa secara teknis struktur bangunan lama yang terbengkalai dipastikan masih layak digunakan dan akan tetap dimanfaatkan. Keputusan tersebut berdasarkan hasil uji kelayakan struktur yang telah dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.
Meski demikian, tambahnya, sejumlah perbaikan akan dilakukan pada bagian tertentu yang mengalami kerusakan atau kehilangan material. Salah satunya bagian tiang yang besinya diduga telah hilang akibat pencurian.
“Nanti tiang itu akan dipotong sekitar 60 sentimeter di bagian atas agar besinya bisa disambungkan kembali,” terang Azmi.
Setelah selesai, sebut Azmi, Pasar Modern Blangpidie nantinya dirancang untuk menampung berbagai aktivitas perdagangan masyarakat. Area pasar akan digunakan untuk penjualan ikan, daging, sayur-mayur, buah-buahan, rempah-rempah, hingga kebutuhan pokok atau sembako. Selain area perdagangan, pemerintah juga akan membangun sejumlah fasilitas pendukung guna menunjang aktivitas pedagang dan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Pasar Modern Blangpidie pertama kali dimulai dengan peletakan batu pertama pada 14 Maret 2016 di masa kemimpinan Bupati Jufri Hasanuddin. Pembangunan pasar tersebut sempat ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. Namun, pengerjaannya terhenti pada tahun 2017 dan bangunan yang telah berdiri kemudian terbengkalai hingga saat ini.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah kini berupaya melanjutkan proyek tersebut agar aset yang telah dibangun dapat kembali dimanfaatkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Sekarang kita berupaya melanjutkan pembangunan yang tertunda agar pasar ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucap Azmi.
Langkah Pemkab Abdya untuk melanjutkan pembangunan Pasar Modern Blangpidie apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Komunitas Bisnis Andalan Rakyat (KOBAR) Abdya.
Koordinator KOBAR Abdya, Elizar Lizam yang akrab disapa Adun menilai kehadiran pasar yang representatif sangat dibutuhkan di tengah pertumbuhan Kota Blangpidie. Menurutnya, tingginya biaya sewa toko juga menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pelaku usaha.
Adun berharap keberadaan pasar tersebut nantinya tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga mampu membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia juga mengusulkan agar lantai atas bangunan dapat dimanfaatkan sebagai aula pertemuan yang representatif sehingga memiliki fungsi tambahan di luar kegiatan perdagangan.
Kami dari KOBAR Abdya sangat mendukung kelanjutan pembangunan pasar modern ini. Pada akhirnya, insfratruktur ini harus benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” ungkap Adun.
Untuk diketahui, kelanjutan pembangunan Pasar Modern Blangpidie dibawah kepemimpinan Safaruddin-Zaman Akli menggunakan skema Multiyers tahun 2026-2027 dengan sumber anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp44 miliar.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polresta Banda Aceh mengungkap kasus dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menyebutkan bahwa upaya memerdekakan para petani…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli melantik dan mengambil sumpah…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Personel Tim Rimueng Koetaradja Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap AA (24),…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak 11 terpidana menjalani eksekusi hukuman cambuk di Banda Aceh, Kamis…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong para kreator dan pemilik brand di Aceh…
Komentar