Categories: NEWS

Menag RI Beri Kuliah Umum di Aceh, Rektor USK Nyatakan Kesiapan Perkuat Kolaborasi Pendidikan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menghadiri kegiatan kuliah umum dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Acara tersebut berlangsung di Auditorium UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi, khususnya antara USK dan UIN Ar-Raniry yang selama ini dikenal sebagai perguruan tinggi tetangga yang berdampingan erat di jantung Kota Banda Aceh.

Terlebih lagi, momentum ini seiring dengan kepemimpinan baru Rektor UIN Ar-Raniry yang baru saja terpilih untuk periode kedua hingga tahun 2030.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, dalam pemaparannya mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap peran strategis Provinsi Aceh bagi peradaban Islam di Nusantara.

“Setiap kali berkunjung ke Aceh, entah mengapa saya selalu merasa istimewa,” ujar Menteri Agama. Ia juga menegaskan bahwa Aceh memiliki posisi yang sangat vital bagi sejarah keagamaan di tanah air. “Tanpa Aceh belum tentu kita melihat Indonesia beragama Islam sebesar ini.”

Selain itu, Menag RI turut menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual dalam dunia pendidikan tinggi.

“Iqra tanpa bismirabik akan melahirkan monster. Bismirabbik tanpa iqra, lumpuh,” pesan Prof. Nasaruddin, sekaligus menambahkan bahwa Indonesia, dengan titik strategis di Aceh, merupakan kawasan paling aman untuk mengembangkan pusat peradaban Islam regional. “Tempat paling aman untuk mengadopsi ilmu dan peradaban Islam adalah di Indonesia. Saya kira tempat paling strategis adalah di Aceh, dekat Brunei, dekat Malaysia, dekat Asia Tenggara, dekat semuanya.”

Menanggapi arahan dan pesan inspiratif tersebut, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani menyampaikan apresiasi serta penekanan khusus mengenai pentingnya penguatan sinergi lintas institusi pendidikan tinggi di Aceh dalam membangun peradaban bangsa. Sebagai institusi tetangga yang berada di kawasan Darussalam, USK dan UIN Ar-Raniry memiliki tanggung jawab moral yang sama untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berilmu pengetahuan, dan berakhlak mulia.

“Kehadiran Bapak Menteri Agama memberikan pencerahan luar biasa bagi kita semua. USK menyambut baik dan siap memperkuat sinergi, baik dengan UIN Ar-Raniry maupun kementerian, dalam mengintegrasikan keilmuan akademik dengan penguatan karakter kebangsaan dan keagamaan,” ujar Prof. Mirza.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Dukung Jakarta Understanding, Dekan FUAD UINSUNA Soroti Tantangan Dakwah Digital

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe,…

20 jam ago

Tiga Pengasuh Daycare di Banda Aceh Divonis Hingga 3 Tahun Penjara

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Tiga pengasuh sebuah daycare di Banda Aceh dijatuhi hukuman penjara oleh…

1 hari ago

Polisi Amankan Dua Pria Terkait Dugaan Penggelapan Motor Milik Anggota TNI

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh mengamankan dua pria berinisial…

1 hari ago

Mahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18),…

1 hari ago

Wabup Zaman Akli: Pabrik Es Perkuat Rantai Dingin Perikanan Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli menyebutkan bahwa kehadiran Pabrik…

1 hari ago

Pabrik Es 30 Ton/Hari di Abdya Mulai Jalan, Pasok Kebutuhan Nelayan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pabrik Es Balok PT Samudra Karya Nanggroe mulai beroperasi di kawasan Pangkalan…

1 hari ago