Analisaaceh.com, Aceh Tamiang | SMP Negeri 1 Kejuruan Muda, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, tetap melaksanakan proses belajar mengajar meski dalam kondisi terbatas pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Kepala SMPN 1 Kejuruan Muda, Drs. Bona Fadly, mengatakan kegiatan pembelajaran dilakukan dengan skema khusus atau fleksibel, menyesuaikan kondisi fisik sekolah serta psikologis siswa yang terdampak bencana.
“Proses belajar mengajar tetap kami laksanakan sesuai arahan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh dengan skema fleksibilitas, mengingat kondisi para siswa yang baru saja tertimpa musibah,” ujar Bona, Rabu (7/1/2026).
Ia menyebutkan, ruang kelas belajar yang dapat digunakan saat ini masih terbatas. Bahkan, sebagian siswa terpaksa mengikuti pembelajaran dengan duduk di lantai karena fasilitas sekolah belum sepenuhnya pulih.
Saat ini, pihak sekolah masih melakukan pendataan kondisi siswa pascabencana, termasuk siswa yang masih berada di pengungsian, rumahnya mengalami kerusakan, hingga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang juga Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa satuan pendidikan di daerah terdampak diberikan kewenangan untuk menerapkan kebijakan fleksibilitas pembelajaran.
“Kami mengutamakan keselamatan, pemulihan psikologis, dan keberlanjutan hak belajar anak-anak. Sekolah diberikan ruang untuk menyesuaikan metode dan skema pembelajaran sesuai kondisi di lapangan,” ujar Murthalamuddin.
Pemerintah Aceh memastikan pemulihan sektor pendidikan di Aceh Tamiang akan terus dilakukan secara bertahap seiring dengan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.




