Analisaaceh, Lhokseumawe | Momentum Hari Kartini diperingati melalui kegiatan edukasi bertajuk Perempuan Berdaya, Rupiah Berjaya yang digelar Komunitas Tika Beut bersama CBP Rupiah KPwBI Lhokseumawe, Selasa, 21 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula FUAD Lt 3 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe itu diikuti mahasiswa dan peserta umum. Tema yang diangkat menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan melalui penguatan literasi keuangan.
Peserta mendapatkan materi mengenai cinta, paham, dan bangga rupiah. Edukasi tersebut diarahkan agar perempuan memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan keluarga serta mengambil keputusan finansial secara tepat.
Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Mahdi, M.H., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan, mengingat perempuan memiliki peran sentral dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Literasi keuangan bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Semangat Kartini hari ini kita terjemahkan dalam bentuk kesadaran finansial yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Manager Unit Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Lhokseumawe, Irmansyah, menyebut kolaborasi bersama komunitas kampus menjadi langkah efektif dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Edukasi tentang rupiah akan lebih efektif ketika disampaikan melalui komunitas yang dekat dengan masyarakat. Harapannya, kerja sama seperti ini dapat terus terjalin dan menjangkau lebih banyak kalangan,” ungkapnya.
Pembina Komunitas Tika Beut, Dr. Rizki Wahyudi, M.Kom.I, mengatakan kegiatan tersebut memberi ruang belajar positif bagi mahasiswa.
“Kegiatan seperti ini memberi ruang belajar yang sehat bagi mahasiswa. Kami berharap Tika Beut terus tumbuh sebagai wadah diskusi yang aktif dan memberi manfaat di lingkungan kampus,” ujarnya.
Pembina Tika Beut lainnya, Zanzibar, M.Sos, berharap komunitas tersebut terus menjaga tradisi diskusi di lingkungan akademik.
“Harapan kami, Tikabeut tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus menggaungkan semangat-semangat diskusi di atmosfer kampus, menghadirkan ruang belajar yang hidup, kritis, dan bermakna bagi mahasiswa,” katanya.
Ketua Komunitas Tika Beut, Jihan Fanyra, mengaku bangga melihat antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
“Antusiasme peserta hari ini luar biasa. Ini menunjukkan bahwa perempuan-perempuan muda kita haus akan pengetahuan, khususnya tentang bagaimana menjadi berdaya secara finansial. Semangat Kartini terasa sangat hidup di ruangan ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Tika Beut dan CBP Rupiah KPwBI Lhokseumawe berharap literasi keuangan dan semangat pemberdayaan perempuan terus tumbuh di tengah masyarakat.




