
Analisaaceh.com, Blangpidie | Harga ayam di pasar tradisional Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan hajatan kenduri.
Salah seorang pedagang di pasar tradisional Blangpidie Abdya, Marzuki mengatakan, kenaikan harga terjadi secara merata untuk berbagai ukuran ayam potong maupun ayam merah.
“Ayam potong dengan bobot sekitar 3,2 kilogram sekarang kita dijual Rp100 ribu per ekor. Sementara ayam potong dengan bobot 2,2 kilogram kita jual seharga Rp75 ribu per ekor. Sudah seminggu ini harganya naik,” kata Marzuki saat ditemui Analisaaceh.com, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, sebelum mengalami kenaikan, ayam potong dengan bobot sekitar 3 kilogram dijual Rp90 ribu per ekor. Sedangkan ayam potong seberat 2,2 kilogram sebelumnya dibanderol Rp70 ribu per ekor.
Selain ayam potong, sebut Marzuki, harga ayam merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp55 ribu per ekor, dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp50 ribu per ekor.
Marzuki menyebutkan, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh tingginya harga ayam dari pemasok. Selain itu, meningkatnya permintaan masyarakat turut mendorong kenaikan harga di tingkat pedagang.
“Penyebab naiknya harga ini karena modal pengambilan dari pemasok memang tinggi. Ditambah lagi minat pembeli saat ini meningkat, sehingga harganya ikut naik,” ujarnya.
Meski harga mengalami kenaikan, Marzuki memastikan stok ayam di pasar saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut, stok ayam potong untuk kebutuhan pasar Blangpidie didatangkan dari berbagai wilayah pedagang pasokan luar daerah, seperti Aceh Jaya, Meulaboh, Nagan Raya, Lamno, hingga Medan, Sumatera Utara.
“Sekarang stok ayam di pasar mencukupi. Kebutuhan masyarakat lebih meningkat, makanya harganya naik,” terangnya.
Menurut Marzuki, peningkatan permintaan ayam dalam beberapa waktu terakhir cukup terasa. Tingginya aktivitas sosial warga menjadi pendorong utama lonjakan konsumsi harian. Kondisi tersebut tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang menggelar kegiatan sosial, hajatan, pesta, hingga kenduri.
“Alhamdulillah, jumlah pembeli lebih meningkat. Saat ini banyak warga yang melaksanakan acara kenduri atau pesta, jadi kebutuhan konsumsi ayam di tingkat masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya.



