Analisaaceh.com, Banda Aceh | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banda Aceh menggelar Musyawarah Cabang (MUSCAB) pada Selasa, (14/4/2026) di Hotel Seventeen, Banda Aceh.
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah dan kepemimpinan partai ke depan.
Ketua DPC PKB Kota Banda Aceh, Erizal Usman dalam sambutannya menegaskan bahwa MUSCAB bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang evaluasi, pembenahan, sekaligus melahirkan inovasi bagi partai.
“MUSCAB ini penting karena dari sinilah kita menentukan arah ke depan. Kita ingin PKB tidak hanya bertahan, tetapi terus maju, berkembang, dan mampu berjalan seiring dengan kepemimpinan serta kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk meneguhkan komitmen dalam menyongsong masa depan Kota Banda Aceh. Ajakan tersebut disambut seruan “siap” dari para peserta yang hadir.
Menurutnya, PKB Kota Banda Aceh siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendukung berbagai program pembangunan. “Setiap langkah dan upaya yang bertujuan memajukan kota ini, kami siap bekerja sama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung nilai-nilai adat dan keislaman yang menjadi identitas Aceh, seperti prinsip “Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala, qanun bak Putroe Phang, resam bak Laksamana”, serta prinsip Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan sikap dan tindakan kader PKB.
Sementara itu, Ketua DPP PKB, H. Ruslan Daud, menyampaikan bahwa pelaksanaan MUSCAB dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh.
“Hari ini di Aceh ada dua lokasi pelaksanaan, pagi tadi di Aceh Besar dan siang ini di Banda Aceh. Ini merupakan bagian dari rangkaian proses penjaringan kader,” ujarnya.
Ruslan menegaskan, PKB hadir tidak hanya untuk bertanding dalam politik, tetapi juga bersanding dengan pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan.
“Kehadiran kami bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk bersanding. Artinya, bagaimana kita bisa bersama-sama mendukung program pemerintah demi kemaslahatan rakyat,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui MUSCAB ini, partai akan menyaring kader-kader potensial yang dinilai layak menjadi pemimpin di tingkat kabupaten/kota. Proses penjaringan dilakukan oleh tim khusus sebelum nama-nama tersebut diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk ditetapkan.
“Tidak menutup kemungkinan, calon ketua bisa berasal dari luar kader. Yang terpenting adalah figur yang mampu membawa PKB lebih baik ke depan,” jelasnya.
Selanjutnya, para calon yang telah disaring akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) tahap kedua yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat di Banda Aceh, dengan melibatkan langsung tim dari DPP PKB.
Ruslan menambahkan, para calon pemimpin diharapkan mempersiapkan diri secara matang, termasuk menyusun proposal program kerja sebagai gambaran arah kepemimpinan ke depan.
“Mereka harus siap memaparkan rencana dan visi, bagaimana membawa PKB lebih maju dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.




