Analisaaceh.com, Blangpidie | Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Aceh Barat Daya (Abdya), Irma Suryani, membantah tudingan terkait penerbitan surat keputusan (SK) pemenang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten sebelum perlombaan digelar.
Irma memastikan bahwa tidak pernah menandatangani surat tersebut dan menegaskan bahwa informasi yang beredar adalah fitnah yang menyudutkan institusinya.
Ia juga menegaskan, surat yang beredar tersebut diterbitkan tanpa sepengetahuannya. Irma memastikan SK resmi saat ini menggunakan tanda tangan digital berbentuk barcode, bukan tanda tangan manual.
“Itu fitnah. Saya tidak pernah menandatangani SK pemenang sebelum lomba dimulai. Perlu diketahui, SK resmi saat ini sudah menggunakan sistem barcode, bukan manual. Jadi sekarang sudah tidak ada lagi tanda tangan manual,” kata Irma Suryani, Kamis (7/4/2026).
Menurut Irma, SK pemenang lomba tertanggal 5 Mei 2026 yang beredar dinilai janggal. Secara administratif, sebuah SK pemenang lomba seharusnya mencantumkan juara satu, dua, hingga tiga. Namun, dalam surat yang dipermasalahkan itu hanya tercantum juara satu.
“Tapi dalam surat tertanggal 5 Mei itu, cuma juara satu. Ini kan aneh. Saat ini kita menelusuri siapa oknum yang membuat dan menyebarkan surat tersebut,” ujarnya.
Irma meminta agar pihak-pihak tertentu tidak langsung menyerangnya tanpa terlebih dahulu meminta klarifikasi. Ia mengaku persoalan tersebut turut berdampak pada keluarga dan kerabatnya.
Irma mengaku selama berkarir di dunia pendidikan dirinya jarang mendapat kritik. Bahkan, saat menjabat sebagai kepala SMK, ia disebut kerap menorehkan prestasi.
“Jangan langsung menyerang saya tanpa meminta penjelasan. Saya punya anak, saudara dan keluarga,” terangnya.
Irma menambahkan, posisinya saat ini hanya sebagai pelaksana tugas di Kacabdin Abdya. Karena itu, ia tidak mempermasalahkan jika suatu saat diberhentikan dari jabatan tersebut.
Ia juga menegaskan komitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kabupaten Abdya yang merupakan tanah kelahirannya.
“Saya sudah lama mengabdi di dunia pendidikan. Saat ini saya hanya menjabat sebagai pelaksana tugas, dan jika diberhentikan pun tidak masalah. Namun, perlu diingat bahwa Abdya adalah tanah kelahiran saya, dan saya bertekad memberikan yang terbaik untuk kampung halaman,” ungkap Irma Suryani.




