Analisaaceh.com, Banda Aceh | Anggota DPRA dari Partai NasDem, Martini, menilai alokasi pokok pikiran (pokir) sebesar Rp4 miliar per anggota belum cukup untuk menampung aspirasi masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung Utama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Senin (6/4/2026).
“Pokir Rp4 miliar itu sangat sedikit. Tidak bisa mengakomodir aspirasi masyarakat,” kata Martini.
Ia merinci, dari total anggaran tersebut, sekitar Rp3,5 miliar dialokasikan untuk pembangunan masjid, Rp300 juta untuk sekolah, dan Rp200 juta untuk dayah.
Martini juga menyinggung isu pembengkakan anggaran di lingkungan Pemerintah Aceh. Ia meminta agar jika memang ada dokumen terkait hal tersebut, dapat dibuka secara transparan ke publik.
“Kalau memang ada dokumen yang menyebutkan anggaran DPRA atau Pemerintah Aceh membengkak, mohon dipublikasikan,” ujarnya.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, meninggal dunia…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…
Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…
Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…
Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…
Komentar