
Analisaaceh.com, Meulaboh | Sebuah warung kopi di Kecamatan Woyla, Aceh Barat, yang biasanya menjadi tempat berkumpul warga, mendadak berubah menjadi lokasi penangkapan tiga pria yang diduga terlibat peredaran narkotika. Aparat Satresnarkoba Polres Aceh Barat membekuk ketiganya saat tengah berada di lokasi, Rabu sore (7/1/2026).
Ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial Y (31), M (26) dan H (25), seluruhnya warga Kecamatan Woyla. Penangkapan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan yang kerap terjadi di warung kopi tersebut.
Kasat Narkoba Polres Aceh Barat, AKP Shandy Saputra, menyebut informasi warga menjadi pintu masuk bagi petugas untuk melakukan penyelidikan. Setelah memastikan kebenaran laporan itu, tim Satresnarkoba bersama personel Polsek Woyla bergerak cepat melakukan penggerebekan.
“Saat dilakukan penggerebekan dan penggeledahan, kita berhasil mengamankan ketiga pelaku beserta sejumlah barang bukti narkotika pada Rabu (7/1) sekitar pukul 16.00 WIB,” kata AKP Shandy Saputra kepada Analisaaceh.com, Jum’at (9/1/2026).
Dari tangan pelaku M, sebut Shandy, petugas menemukan dua paket kecil sabu serta dua paket narkotika jenis ganja yang disimpan di saku celana, dan satu unit telepon genggam. Sementara dari pelaku Y, polisi menemukan tiga paket sabu ukuran sedang dan satu paket kecil sabu yang disimpan dalam sebuah dompet kecil, serta satu paket lainnya di sekitar lokasi yang diakui merupakan miliknya.
“Sedangkan dari pelaku H, kita mengamankan dua paket kecil sabu yang disimpan dalam sebuah kotak kecil,” ujarnya.
Selain barang bukti sabu dan ganja, kata Shandy, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa alat hisap sabu, beberapa dompet, serta tiga unit telepon genggam.
“Jadi, total berat keseluruhan narkotika jenis sabu yang diamankan mencapai 16,02 gram dan seberat 10,38 gram,” terang Shandy.
“Saat ini, ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan Mapolres Aceh Barat guna untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kita juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkotika tersebut,” pungkas AKP Shandy Saputra.



