Categories: NEWS

Polresta Banda Aceh Tetapkan Dua Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polresta Banda Aceh menetapkan dua tersangka dalam kasus keributan yang berujung pada pengrusakan dan pembakaran di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) yang terjadi pada Kamis (21/5/2026).

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mewakili Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 18 saksi dan menggelar perkara berdasarkan alat bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Benar, setelah memeriksa 18 saksi dan dilakukan gelar perkara, kami menetapkan WS (22) dan MAM (20) sebagai tersangka dalam perkara pengrusakan dan pembakaran Fakultas Pertanian USK serta fasilitas lainnya,” kata Kompol Dizha, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 262 jo Pasal 308 jo Pasal 521 jo Pasal 522 KUHP.

Dizha menjelaskan, WS berperan sebagai koordinator lapangan saat aksi penyerangan dan pengrusakan terjadi. Sementara MAM diduga menjadi salah satu pelaku yang terlibat langsung dalam penyerangan dan pengrusakan.

Sebelum menetapkan tersangka, penyidik menerima laporan dari pihak Fakultas Pertanian USK sebagai korban, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa 18 saksi.

Selain itu, penyidik juga berencana memeriksa 18 saksi tambahan.

“Jika 18 saksi ini hadir memberikan keterangan, maka jumlah saksi yang diperiksa menjadi 36 orang, termasuk dua tersangka,” ujarnya.

Dalam penyelidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain tiga unit sepeda motor yang mengalami kerusakan berat, pagar besi stainless steel yang terbakar, dua pecahan botol yang diduga digunakan sebagai bom molotov, satu bom molotov yang masih utuh, pakaian yang diduga digunakan pelaku saat melakukan pengrusakan, serta satu unit DVR CCTV milik Fakultas Pertanian.

Kronologi Keributan

Kompol Dizha menjelaskan, konflik diduga berawal dari ketegangan antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian terkait aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh pada Senin (18/5/2026).

Sebelum aksi berlangsung, mahasiswa Fakultas Pertanian disebut melintas di depan Fakultas Teknik sambil menggeber kendaraan roda dua yang dianggap sebagai tindakan provokatif. Namun, mahasiswa Fakultas Teknik saat itu tidak merespons.

Pada hari yang sama sekitar pukul 17.41 WIB, sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian yang baru kembali dari aksi unjuk rasa diduga mencoba menerobos masuk ke Sekretariat BEM USK dengan memecahkan kaca jendela dan melakukan upaya penyerangan terhadap mahasiswa yang sedang menggelar rapat di dalam ruangan.

Akibat insiden tersebut, seorang mahasiswa Fakultas Teknik mengalami luka robek pada kaki dan menjalani perawatan medis di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Permasalahan tersebut kemudian dimediasi oleh pihak kampus dan sempat disepakati untuk diselesaikan secara internal melalui pertemuan yang melibatkan pengurus BEM USK, Direktur Kemahasiswaan Prof. Farid, serta Pembina Kemahasiswaan Ustaz Inzuz.

Namun, pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 00.20 WIB, puluhan mahasiswa Fakultas Pertanian diduga melakukan penyerangan ke Fakultas Teknik yang menyebabkan dua mahasiswa mengalami luka ringan dan sejumlah kaca gedung pecah.

Sekitar pukul 02.00 WIB, mahasiswa Fakultas Teknik kemudian mengumpulkan massa dalam jumlah besar untuk melakukan aksi balasan.

Puncaknya terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika massa dari Fakultas Teknik melakukan penyerangan ke Fakultas Pertanian dengan melempar batu dan membawa bom molotov. Aksi tersebut mengakibatkan kerusakan pada gedung dan laboratorium Fakultas Pertanian.

“Aksi keributan tersebut murni konflik sesama mahasiswa USK, yaitu antara Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik, dan tidak melibatkan universitas lain di wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” tegas Kompol Dizha.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Aceh Padam Lagi di Malam Meugang Jelang Iduladha, PLN Sebut Sistem Kelistrikan Belum Stabil

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wilayah di Aceh kembali mengalami pemadaman listrik pada Senin (25/5/2026)…

5 hari ago

Tarmizi soal Oknum Minta Daging Pakai Nama Bupati: Lempar ke Jidatnya

Analisaaceh.com, Meulaboh | Bupati Aceh Barat Tarmizi menegaskan tidak akan mentolerir praktik permintaan daging meugang…

6 hari ago

Trauma Tragedi 1999 Kembali Diingat, Keluarga Teungku Bantaqiah Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang Beutong

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Ketegangan di kawasan Lembah Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, kembali…

7 hari ago

Listrik di Sebagian Abdya Mulai Normal Pascablackout, PLN Terus Lakukan Pemulihan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pasokan listrik di sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai kembali…

7 hari ago

79 Persen Penyulang di Aceh Sudah Kembali Normal

Analisaaceh.com, Banda Aceh | PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan sebanyak 79…

7 hari ago

Wamenkes Sebut Imunisasi Anak di Aceh Baru Capai 33 Persen

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyoroti rendahnya cakupan imunisasi…

1 minggu ago