Categories: NEWS

Mahasiswa KKN USK Edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM Warga Cut Langien

Analisaaceh.com, Pidie Jaya | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX melaksanakan program edukasi mengenai Tas Siaga Bencana dan GERADAM (Gerakan Administrasi Dokumen Aman) bagi masyarakat Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan dengan metode dari rumah ke rumah (door-to-door) ini bertujuan memperkuat ketangguhan warga dalam mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah setempat. Pelaksanaan program ini melibatkan tujuh mahasiswa lintas bidang ilmu, yang terdiri atas perwakilan program studi Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Pendekatan persuasif yang diterapkan memungkinkan mahasiswa menyampaikan materi secara langsung sekaligus mendiskusikan langkah mitigasi secara personal dengan setiap keluarga.

Dalam sesi edukasi tersebut, warga diperkenalkan pada esensi Tas Siaga Bencana yang berfungsi sebagai wadah penyimpanan logistik darurat mandiri. Tas ini disarankan untuk memuat pasokan air minum, makanan siap saji, obat-obatan pribadi, perlengkapan P3K, pakaian ganti, alat penerangan, hingga cadangan uang tunai. Langkah persiapan ini dinilai vital guna memfasilitasi evakuasi yang cepat, memenuhi kebutuhan dasar fase darurat, serta meredam tingkat kepanikan saat bencana berlangsung.

Selain kesiapsiagaan fisik, mahasiswa turut memperkenalkan program inovatif bertajuk GERADAM (Gerakan Administrasi Dokumen Aman). Program ini difokuskan untuk mengamankan surat-surat berharga milik keluarga dari risiko kerusakan fisik akibat rendaman air atau kehilangan saat evakuasi darurat. Warga diedukasi untuk mengamankan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, ijazah, hingga sertifikat tanah ke dalam wadah atau map kedap air yang diletakkan pada titik strategis dan mudah dijangkau.

Rangkaian kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Interaksi dua arah terjalin aktif tatkala warga berkonsultasi mengenai tata cara penyimpanan dokumen krusial serta penyusunan logistik darurat rumah tangga yang praktis.

Secara konseptual, program kerja ini selaras dengan kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa. Kontribusi tersebut mencakup Tujuan 3 terkait peningkatan aspek kesehatan dan keselamatan warga, Tujuan 11 mengenai perwujudan kawasan permukiman yang tangguh bencana, serta Tujuan 13 dalam kerangka penguatan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap risiko iklim ekstrem.

Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, menjelaskan bahwa edukasi mitigasi ini dirancang agar mudah diaplikasikan namun memiliki dampak preventif yang signifikan. Menurutnya, budaya siaga harus dibangun jauh sebelum bencana menimpa melalui literasi kebencanaan di tingkat keluarga.

“Melalui edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan bermula dari kesiapan individu. Ketika mitigasi dipahami dengan baik, warga dapat bertindak lebih terarah dan tenang, sehingga risiko kerugian material maupun korban jiwa dapat ditekan,” ujar Ari.

Ia menambahkan, inisiatif tersebut merupakan wujud nyata pengabdian akademis mahasiswa dalam meneruskan informasi aplikatif yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat gampong.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd. Ia menilai kehadiran mahasiswa memberikan perspektif baru bagi warga dalam mewujudkan lingkungan gampong yang sadar dan tanggap bencana.

Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., yang memuji konsistensi serta ketepatan sasaran program kerja kelompok KKN tersebut. Ia menilai, seluruh anggota berhasil menerjemahkan ilmu perkuliahan ke dalam aksi pengabdian yang substansial bagi warga Gampong Cut Langien.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Gegara Cekcok Usai Kecelakaan, Pria di Banda Aceh Tusuk Pemotor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial ZZ (40) diduga menusuk pengendara sepeda motor, M…

1 hari ago

BBPOM Aceh Temukan Minimnya Pemahaman Aturan Obat di Swalayan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…

1 hari ago

1.995 UMKM Terdampak Bencana di Aceh Selatan Lolos Verifikasi, 594 Data Diusulkan Ulang

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Sebanyak 1.995 pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…

1 hari ago

Nelayan Abdya Temukan Mayat di Perairan Simeulue, Diduga ABK KM Sukma Baru yang Hilang

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nelayan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan sesosok mayat di perairan Simeulue…

2 hari ago

Kapolri Tinjau Laboratorium Sabu di Pidie, 1,2 Ton Barang Bukti Disita

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau laboratorium narkotika ilegal yang…

2 hari ago

Diduga Sediakan Tempat Prostitusi di Aceh Barat, Tiga Perempuan dan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat empat orang yang diduga terlibat…

2 hari ago