Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., menghadiri rapat finalisasi pelaksanaan Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Senin (20/7/2026).
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh terus memantapkan berbagai persiapan menjelang peringatan Hari Damai Aceh XXI yang akan diperingati pada 15 Agustus 2026. Momentum bersejarah tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga menjadi penguat semangat persatuan, rekonsiliasi, dan perdamaian yang telah terbangun selama lebih dari dua dekade.
Sebagai bagian dari tahapan akhir persiapan, Pemerintah Aceh menggelar rapat finalisasi di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Senin (20/7/2026). Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., bersama unsur Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), panitia pelaksana, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Rapat finalisasi menjadi forum untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Hari Damai Aceh XXI dapat terlaksana secara tertib, aman, dan sesuai dengan konsep yang telah disusun. Berbagai aspek teknis dibahas secara rinci, mulai dari kesiapan lokasi pelaksanaan, susunan acara, mekanisme pengamanan, koordinasi lintas instansi, hingga pembagian tugas masing-masing pihak.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Misran Fuadi, mengatakan peringatan Hari Damai Aceh memiliki arti penting bagi seluruh masyarakat Aceh. Menurutnya, perdamaian yang telah dinikmati selama ini merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
“Peringatan Hari Damai Aceh harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perdamaian adalah amanah yang wajib dijaga. Dengan semangat persatuan dan nilai-nilai Syariat Islam, kita berharap Aceh terus berkembang menjadi daerah yang damai, maju, dan bermartabat,” kata Misran.
Ia menilai, Hari Damai Aceh bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang masyarakat Aceh yang berhasil keluar dari konflik menuju kehidupan yang lebih aman, harmonis, dan demokratis. Karena itu, nilai-nilai perdamaian harus terus dipelihara agar tetap menjadi fondasi pembangunan daerah.
Misran menambahkan, Dinas Syariat Islam Aceh berkomitmen mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan Hari Damai Aceh sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah, persatuan, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, ajaran Islam sangat menjunjung tinggi nilai perdamaian, keadilan, toleransi, serta kemaslahatan yang harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap peringatan Hari Damai Aceh tahun ini mampu menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar memahami pentingnya menjaga persatuan serta menghargai proses panjang yang telah dilalui Aceh hingga menikmati situasi yang kondusif seperti saat ini.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta juga menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan kegiatan agar setiap agenda berjalan sesuai rencana. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk menyukseskan peringatan Hari Damai Aceh XXI sehingga mampu menghadirkan pesan perdamaian yang kuat kepada masyarakat.
Hari Damai Aceh diperingati setiap 15 Agustus sebagai tonggak sejarah lahirnya perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005. Kesepakatan tersebut mengakhiri konflik berkepanjangan yang berlangsung selama puluhan tahun dan membuka babak baru bagi pembangunan, demokrasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Melalui peringatan Hari Damai Aceh XXI Tahun 2026, Pemerintah Aceh berharap semangat perdamaian terus diwariskan kepada generasi muda sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan, serta mendorong terwujudnya Aceh yang semakin maju, islami, bermartabat, dan sejahtera. ***
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan persoalan LGBT (lesbian, gay, biseksual,…
Analisaaceh.com | Mimpi melanjutkan studi doktoral (S3) ke luar negeri kerap kali dibayangi oleh tembok…
Analisaaceh.com, Pidie Jaya | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler…
Analisaaceh.com, Nagan Raya | Sebanyak 125 siswa di sekolah dasar (SD) Negeri 1 Beutong masih…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Tim Persada Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mencatat sejarah baru setelah melaju…
Analisaaceh.com, Pidie Jaya | Tim Dia-Bencana (Diabetes Bencana) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar edukasi kesehatan…
Komentar