Categories: NEWS

Razia Bendera di Tengah Bencana, DPRA: Jangan Benturkan Mualem–Prabowo

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Aceh, Abu Heri, menyayangkan tindakan razia bendera Aceh yang dilakukan aparat TNI di tengah masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana banjir.

Ia menilai langkah tersebut tidak bijaksana, berpotensi melukai perasaan rakyat, serta dapat mengganggu stabilitas politik dan hubungan harmonis antara Aceh dan pemerintah pusat.

Abu Heri mempertanyakan motif di balik razia bendera yang dilakukan secara mendadak, terutama saat warga tengah fokus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir. Menurutnya, penggunaan kekerasan atau tindakan represif hingga melukai warga tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Merazia warga yang menyalurkan bantuan kemanusiaan secara represif itu melukai perasaan rakyat. Motifnya apa dan untuk kepentingan siapa? Bukankah Aceh dan Jakarta sudah damai? Sebagian pakar hukum bahkan meyakini bendera Aceh sah secara konstitusi,” ujar Abu Heri di Banda Aceh, Sabtu (28/12/2025).

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan, meskipun keberadaan bendera Aceh masih diperdebatkan. Apalagi, Aceh telah menikmati perdamaian lebih dari dua dekade tanpa konflik bersenjata. Ia juga mengingatkan bahwa kewenangan pengamanan wilayah berada di bawah otoritas kepolisian, bukan TNI dengan pendekatan represif.

“TNI tidak bisa menjaga kedaulatan bangsa ini tanpa dukungan Pemerintah Aceh, elemen tokoh masyarakat, dan eks kombatan GAM. Hubungan yang sudah terjaga baik ini jangan dirusak oleh tindakan sepihak di lapangan,” tegasnya Politikus dari Partai Aceh tersebut.

Abu Heri juga mencium adanya indikasi penggiringan opini yang berpotensi membenturkan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurutnya, isu “makar” yang dikaitkan dengan razia bendera berpotensi merusak hubungan politik yang selama ini terjalin harmonis.

“Jangan benturkan Mualem dengan Prabowo. Hubungan mereka selama ini berjalan sangat baik dalam kerangka menjaga perdamaian dan membangun Aceh di bawah bingkai NKRI. Tindakan berlebihan di lapangan justru berpotensi merusak stabilitas yang sedang harmonis,” jelas Abu Heri.

Ia menegaskan polemik bendera Aceh harus diselesaikan secara konstitusional melalui dialog bermartabat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Gubernur Mualem, bukan dengan tindakan provokatif. Di akhir pernyataannya, Abu Heri mengajak semua pihak menahan diri dan memprioritaskan penanganan bencana, karena masyarakat Aceh lebih membutuhkan kehadiran negara melalui bantuan nyata dan percepatan rekonstruksi daripada aksi represif di lapangan.

“Kehadiran TNI sebagai representasi negara harusnya hadir secara persuasif di tengah masyarakat untuk membantu penanganan musibah bencana kemanusiaan,” tutupnya.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

DSI Aceh Perkuat Pendidikan Islam, Gubernur: Harus Adaptif dengan AI

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh memperkuat arah pengembangan…

13 jam ago

Rumah Kos Terbakar di Banda Aceh, Api Merembet ke Bengkel Ban

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kebakaran melanda sebuah rumah kos di Lamteumen Timur, Banda Aceh pada…

14 jam ago

LGBT Jadi Persoalan Serius di Aceh, Terindikasi di Warkop hingga Fitness

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan persoalan LGBT (lesbian, gay, biseksual,…

3 hari ago

Berawal dari Coba-Coba, Dosen USK Raih PhD dan Jadi Asisten Dosen di Rhode Island

Analisaaceh.com | Mimpi melanjutkan studi doktoral (S3) ke luar negeri kerap kali dibayangi oleh tembok…

3 hari ago

Mahasiswa KKN USK Edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM Warga Cut Langien

Analisaaceh.com, Pidie Jaya | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler…

3 hari ago

Sebanyak 125 Siswa SDN 1 Beutong Belajar di Kelas Darurat

Analisaaceh.com, Nagan Raya | Sebanyak 125 siswa di sekolah dasar (SD) Negeri 1 Beutong masih…

3 hari ago