NEWS RSUD-TP Abdya Perkuat Mutu Pelayanan Jelang Akreditasi 2027

RSUD-TP Abdya Perkuat Mutu Pelayanan Jelang Akreditasi 2027

Direktur RSUD Teungku Peukan Abdya, dr Ismail Muhammad saat menyampaikan sambutan pada kegiatan In House Training Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) yang berlangsung di Aula dr. Syahminan RSUD Teungku Peukan Abdya, Selasa (12/5/2025). Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com

Analisaaceh.com, Blangpidie | Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dr Ismail Muhammad menegaskan pentingnya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sebagai bagian dari persiapan menghadapi reakreditasi rumah sakit pada tahun 2027 mendatang.

Hal itu disampaikan Ismail Muhammad saat menyampaikan sambutan pada kegiatan In House Training Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) yang berlangsung di Aula dr. Syahminan RSUD Teungku Peukan Abdya, Selasa (12/5/2025).

Dalam sambutannya, Ismail Muhammad menyatakan bahwa RSUD Teungku Peukan Abdya berkomitmen memperkuat standar pelayanan melalui kegiatan in house training PMKP. Menurutnya, penerapan PMKP merupakan bagian dari standar akreditasi kesehatan (Starkes) yang wajib diimplementasikan secara berkelanjutan.

“Rumah sakit harus menerapkan indikator-indikator yang sudah ditetapkan, baik indikator nasional mutu (INM) Indikator Mutu Prioritas Rumah Sakit (IMP-RS) dan Indikator mutu prioritas unit (IMP-Unit),” kata Ismail Muhammad yang akrab disapa Ismuha.

Ismuha menjelaskan bahwa penetapan indikator-indikator tersebut dipandu oleh komite mutu yang kemudian disahkan dengan peraturan direktur untuk selanjutnya dilakukan pengumpulan data, pengukuran, analisa hingga data bisa dibaca sebagai sebuah informasi yang menggambarkan kualitas mutu di Rumah Sakit Umum teungku peukan.

Menurutnya, terdapat 13 indikator nasional mutu (INM) yang wajib dijalankan dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Selain itu, pihak rumah sakit juga menambahkan indikator mutu prioritas (IMP-RS) dan Indikator mutu prioritas unit (IMP-Unit) sebagai bagian dari pengukuran mutu internal.

“Terdapat 13 indikator nasional yang sudah dilakukan pengukuran dan berjalan sepenuhnya di RSUD Teungku Peukan Abdya. Sementara untuk indikator mutu prioritas rumah sakit(IMP-RS), saat ini sudah ditetapkan beberapa indikator baru terkait pelayanan klinis prioritas, manajemen risiko, perbaikan sistem dan sesuai rencana strategis (Renstra) Rumah Sakit,” terangnya.

Ismuha menyebutkan, indikator yang sudah berjalan masuk dalam tahap monitoring dan evaluasi (monev) berkelanjutan. Jika indikator tersebut telah berjalan optimal, maka rumah sakit akan menambah indikator lain yang belum diterapkan.

“Indikator yang sudah berjalan harus dipertahankan secara berkelanjutan,” ucapnya.

Ismuha meminta kepada seluruh petugas medis yang mengikuti pelatihan PMKP agar menjadikan indikator yang telah ditetapkan sebagai prioritas utama dalam pelayanan kesehatan.

Dalam penerapannya, lanjutnya, setiap indikator memiliki standar nilai yang harus dicapai. Apabila nilai tersebut tidak memenuhi target atau justru melampaui toleransi resiko dan melebihi standar yang ditentukan, maka petugas diwajibkan melakukan perbaikan segera.

Lebih lanjut, kata Ismuha, pelatihan ini merupakan langkah awal menyongsong penilaian reakreditasi yang dijadwalkan pada tahun 2027 mendatang. Dengan persiapan yang matang sejak dini, RSUD Teungku Peukan Abdya diharapkan mampu mempertahankan status akreditasinya dengan hasil memuaskan.

“Persiapan reakreditasi tahun 2027 sudah mulai kita lakukan dari sekarang agar saat penilaian nanti RSUD Teungku Peukan Abdya benar-benar siap,” ujarnya.

Ismuha berharap, melalui kegiatan in house training PMKP tersebut, mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RSUD Teungku Peukan Abdya dapat terus meningkat.

Selain itu, ia juga berharap agar indikator-indikator yang telah berjalan mampu dipertahankan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas seluruh petugas medis.

“Pelatihan ini penting agar seluruh tenaga medis memahami secara menyeluruh peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sesuai indikator yang telah ditetapkan. Indikator sudah berjalan harus dipertahankan, dan yang belum berjalan segera kita laksanakan,” pungkas Ismuha.

Artikulli paraprakMahasiswa Bertahan Hingga Malam di Kantor Gubernur Aceh, Tunggu Gubernur Temui Massa
Artikulli tjetërKemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Virus Hanta, Kasus HFRS di Indonesia Naik