Bupati Abdya, Safaruddin sahur bersama keluarga dhuafa di Gampong Padang Kawa Kecamatan Tangan-tangan Kabupaten Abdya. Foto: Ist
Analisaaceh.com, Blangpidie | Dini hari masih gelap ketika Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, tiba di sebuah rumah sederhana di Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Tidak ada agenda resmi, tidak pula rombongan besar. Dalam perjalanan menjelang waktu sahur, Safaruddin memilih singgah di rumah seorang warga dhuafa yang kondisinya memprihatinkan—berdinding pelepah rumbia dan beralaskan tanah.
Di rumah kecil itulah, orang nomor satu di Abdya tersebut duduk membaur bersama keluarga tuan rumah untuk melaksanakan sahur bersama. Meski ruang yang ditempati sempit dan sederhana, suasana hangat penuh kekeluargaan terasa begitu kuat.
Namun, di balik kebersamaan itu, Safaruddin mengaku hatinya terpukul ketika melihat langsung kondisi tempat tinggal keluarga tersebut.
“Saya lagi sedih. Pagi ini saya terpukul sekali. Rupanya masih ada saudara kita yang tinggal dengan kondisi seperti ini, beralaskan tanah,” ujar Safaruddin dengan nada haru.
Usai berbincang dengan keluarga tersebut, Safaruddin juga meninjau bagian dapur rumah yang kondisinya tak kalah sederhana. Momen sahur bersama itu pun menjadi refleksi baginya tentang masih adanya masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
Dalam suasana sahur yang sederhana itu, Safaruddin bahkan memanjatkan doa agar ke depan tidak ada lagi warga di Kabupaten Aceh Barat Daya yang harus tinggal di rumah tidak layak huni.
“Ya Allah, ku janjikan pada Rabb-ku. Jika umur ini masih dipanjangkan dan rezeki dimudahkan, aku tak ingin melihat mereka masih dalam kehidupan yang tak layak,” ucapnya.
Menariknya, meskipun Safaruddin membawa makanan sahur dari Pendopo untuk keluarga tersebut, ia justru memilih menyantap hidangan yang disediakan oleh tuan rumah sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.
Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat serta melihat langsung kondisi kehidupan warga.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan turun langsung ke lapangan seperti ini tidak boleh hanya menjadi formalitas di bulan Ramadan. Ke depan, Safaruddin berkomitmen menjadikan kunjungan ke masyarakat kurang mampu sebagai agenda rutin pemerintah daerah.
Dengan turun langsung ke masyarakat, kata Safaruddin, pemerintah dapat memahami kebutuhan riil warga sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya.
“Dengan turun langsung ke masyarakat, pemerintah diharapkan dapat lebih memahami kebutuhan riil warga serta merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Analisaaceh.com, Blangpidie | Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menangkap dua pria…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menangkap seorang pemuda…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pelaksanaan pelantikan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) terhadap 2.065 Pegawai Pemerintah dengan…
Analisaaceh.com, Sigli | Polda Aceh kembali melakukan rotasi jabatan di lingkungan kepolisian. Dalam mutasi terbaru,…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengumumkan penutupan sementara kunjungan…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta terus…
Komentar