Categories: NANGGROENEWS

Selama Pandemi, Perceraian di Aceh Capai 3.220 Kasus, Aceh Utara Tertinggi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Berdasarkan data Mahkamah Syar’iyah Aceh terhitung dari bulan Januari hingga Juni 2020, selama pandemi Covid-19 kasus perceraian di provinsi Aceh mencapai angka 3.220 kasus, diantaranya Aceh Utara tercatat dengan kasus tertinggi.

Jumlah kasus perceraian tersebut sebagian besar disebabkan karena perselisihan antara pasangan dan pertengkaran yang terus-menerus yakni sebanyak 1.827 kasus.

Kemudian disusul dengan masalah meninggalkan salah satu pihak dari pasangan sebanyak 452 kasus dan masalah ekonomi 149 kasus.

“Untuk tahun 2020 ini bisa dilihat cerai talak ini ada 869, sedangkan cerai gugat atau yang diajukan oleh istri ada 2.351 kasus,” kata Panitera Muda Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh, Abdul Latif kepada Analisaaceh.com pada Kamis (9/7/2020).

Latif menjelaskan, selain dari kasus yang sudah disebutkan, penyebab perceraian di Aceh juga disebabkan oleh beberapa faktor lain, diantaranya karena zina, mabuk, judi, KDRT, madat, dihukum penjara, poligami, cacat badan, kawin paksa, murtad dan lain sebagainya.

“Untuk masa pandemi ini ada 2.490 kasus yang sudah diputuskan, jadi masih ada perkara yang masih dalam proses atau ada perkara yang sudah dicabut atau berhasil damai itu jumlahnya 730 kasus,” jelasnya.

Meski jumlah kasus mencapai angka 3.220 kasus, Latif mengaku selama pandemi Covid-19 kasus perceraian di Aceh mengalami penurunan dari masa sebelumnya.

Untuk mengurangi angka perceraian, Latif berharap, selain jalan damai juga ada peran dari Pemerintah Kabupatan/Kota di seluruh Aceh agar memberi bimbingan atau melakukan sosialisasi secara bertahap kepada masyarakat.

“Harapan kita setidaknya kasus-kasus seperti terus menurun, yang kita inginkan keluarga-keluarga tetap aman, jangan sampai bercerai, lebih baik lakukan mediasi bersama keluarga terlebih dahulu,” harapnya.

Selain itu, menurut Penitera Muda Hukum MS Aceh tersebut, daerah yang mencatat angka perceraian tertinggi adalah Kabupaten Aceh Utara, dengan kasus perceraian sebanyak 320 perkara.

“Sedangkan yang terendah adalah Kota Subulussalam, sebanyak 40 perkara,” pungkasnya.

Editor : Nafrizal
Rubrik : NANGGROE
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Empat Terpidana Judi Online Dicambuk di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Empat terpidana judi online (judol) menjalin eksekusi cambuk di halaman Kantor Kejaksaan…

19 jam ago

Warga Desak Truk Tronton Tak Lagi Bongkar Muat di Geulumpang Payong Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), mengancam memblokir…

19 jam ago

Diduga Microsleep, Dump Truk Hantam Daihatsu Sigra di Meureubo

Analisaaceh.com, Meulaboh | Mobil dump truck Hino dengan nomor polisi (Nopol) BM 9036 UO menabrak…

2 hari ago

Nenek Diduga Asal Nias Ditemukan Terlantar, Kini Dirawat di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dihebohkan dengan penemuan seorang wanita lanjut…

2 hari ago

LPS Perkuat Kewenangan Penjaminan Polis, Berlaku Paling Lambat 2028

Analisaaceh.com, Sabang | Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendapat kewenangan lebih luas dalam memberikan perlindungan kepada…

2 hari ago

Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa SMAN 3 Banda Aceh Naik ke Penyidikan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polresta Banda Aceh meningkatkan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar…

3 hari ago