NEWS Sempat Berhenti Sepekan, 5 SPPG di Abdya Kini Kembali Jalankan Progam MBG

Sempat Berhenti Sepekan, 5 SPPG di Abdya Kini Kembali Jalankan Progam MBG

Ilustrasi SPPG di Abdya kembali jalankan progam makan bergizi gratis (MBG).

Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak lima Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini telah kembali beroperasi secara normal. Sebelumnya, kelima unit SPPG tersebut sempat mendek atau menghentikan operasionalnya sementara selama hampir sepekan.

Mandeknya operasional lembaga penyedia gizi tersebut disebabkan oleh adanya proses administrasi pencairan Dana Bantuan Pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun kelima SPPG yang sempat berhenti beroperasi tersebut berada di Gampong Pantai Perak, Geulumpang Payong, Keude Paya 1 dan 2, serta SPPG Gampong Lhueng Baroe.

Koordinator Wilayah (Korwil) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Abdya, Raissa Ardilla membenarkan bahwa kelima SPPG yang sempat menghentikan aktivitasnya itu kini sudah kembali melayani masyarakat seperti biasa.

“Benar, sudah kembali beroperasi seperti biasa sejak Sabtu (13/6) kemarin,” kata Raissa Ardilla, Senin (15/6/2026).

Raissa menjelaskan, penghentian operasional tersebut bukan disebabkan kendala teknis di lapangan, melainkan karena menunggu penyelesaian proses administrasi pencairan dana Banper dari BGN.

Menurutnya, anggaran yang menjadi kebutuhan operasional SPPG kini telah disalurkan kepada masing-masing unit pelayanan.

“Dana dari BGN sudah dikirim ke rekening masing-masing SPPG,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, lima SPPG di Abdya menghentikan operasional sementara sejak Senin (8/6/2026) lalu akibat menunggu proses pencairan dana tersebut. Kondisi ini sempat berdampak pada puluhan sekolah dan ribuan siswa yang tidak menerima layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana mestinya.

Raisa menjelaskan, saat itu pihak SPPG telah melaporkan kondisi saldo Virtual Account (VA) kepada tim keuangan BGN. Selain itu, pengelola SPPG juga diminta menyampaikan informasi terkait kendala tersebut kepada pihak sekolah dan posyandu di wilayah masing-masing.

Sebagai informasi, dari total 24 SPPG yang beroperasi di Abdya, sebanyak 19 unit tetap menjalankan layanan selama proses pencairan dana berlangsung. Hanya lima unit tersebut yang sempat menghentikan aktivitas hingga dana bantuan diterima.

Dengan cairnya dana Banper tersebut, seluruh SPPG yang sebelumnya berhenti sementara kini dapat kembali menjalankan tugas penyediaan makanan bergizi. Langkah ini diharapkan dapat terus mendukung keberlanjutan program MBG di Abdya.

Pihak MBG Abdya berharap proses penyaluran dana operasional ke depan dapat berjalan lebih lancar, sehingga pelayanan kepada penerima manfaat tidak lagi mengalami kendala serupa.

Artikulli paraprakASDP Fokus Pemulihan Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Siagakan Posko untuk Keluarga
Artikulli tjetërBupati Safaruddin Minta Pejabat Eselon II Abdya Segera Kuliah S-2