Tempat Investasi Saham Syariah

Ada banyak sekali tempat investasi saham syariah saat ini yang bisa Anda pilih untuk tempat berinvestasi. Saham syariah sendiri adalah bukti kepemilikan nilai atas penyertaan modal pada suatu perusahaan yang bersifat syariah yang menerapkan syarat tertentu agar tidak melanggar aturan agama.

Ada beberapa hal krusial yang akan dilakukan sebelum berinvestasi, salah satunya adalah bagaimana kamu memilih jenis investasi syariah yang akan kamu pilih untuk investasi jangka panjang.

Karena sebanyak apapun dana yang akan dikucurkan untuk berinvestasi jika itu tidak bisa berkembang dengan baik dan bertahan dalam waktu yang lama, maka bisa saja investasimu sia-sia.

Baca Juga : 

Sejauh ini tercatat ada 400 lebih investasi syariah yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan daftar sebanyak itu kamu harus pandai memilah saham potensial yang akan kamu pilih untuk tempatmu berinvestasi. berikut 4 indeks yang bisa kamu jadikan acuan untuk mengecek indeks saham syariah yang akan kamu pilih untuk tempatmu berinvestasi.

  1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Indeks Saham Syariah Indoensia (ISSI) merupalan indeks saham yang memuat seluruh jenis saham syariah  yang ada di BEI. Konstituen ISSI adalah seluruh saham syariah yang  tercatat di BEI dan masuk kedalam Daftar Efek Syariah (DES) yang di terbitkan oleh OJK.

Dengan kata lain, BEI tidak ikut campur akan seleksi dan pemilihan saham di kontituen ISSI. Akan ada saham syariah yang keluar atau masuk setiap selesksi konstituen ISSI yang akan diadakan setiap bulan Mei dan November mengikuti jadwal review DES.

Metode perhitungan di ISSI mengikuti metode perhitungan BEI lainnya, yaitu rata-rata tertimbang dari kapitalis pasar dengan menggunkan Desember 2007 sebagai tahun dasar perhitungan ISSI.

  1. Jakarta Islamic Index (JII)

Berbeda dengan ISSI yang memuat seluruh saham syariah yang ada di BEI, konstituen JII hanya memuat 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Dengan kata lain JII ini akan merekomendasikan top 30 saham syariah di BEI yang paling  likuid, yang paling sering di transaksikan.

Jadwal seleksi JII sama seperti ISSI, sama-sama mengikuti jadwal review DES dan OJK. Berbeda dengan ISSI, disini BEI berperan serta untuk menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang  akan tercatat menjadi 30 saham syariah di JII. Berikut ini kriteria saham yang menjadi konstituen JII:

  • Saham syariah yang masuk dalam konstituen ISSI telah tercatat selama 6 bulan terakhir
  • Dipilih 60 saham berdasarkan urutan rata-rata kapitalis pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir
  • Dari 60 saham akan dipilih 30 saham berdasarkan rata-rata nilai harian di pasar regular tertinggi.
  • 30 saham yang tersisa merupakan saham yang terpilih
  1. Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

JII70 sama halnya dengan JII. Jika JII akan mencatat TOP 30 saham syariah, maka JII70 akan mencatat TOP 70 saham syariah yang paling likuid dan paling sering di transaksikan. JII70 ini diluncurkan pada tanggal 17 Mei 2018 alih-alih JII yang sudah diluncurkan sejak 3 Juli 2000, berjarak hampi 18 tahun. JII70 juga mendapat jadwal seleksi yang sama dengan kedua Indeks di atas.

Berikut kriteria likuiditas dalam menyeleksi saham JII70:

  • Saham syariah yang masuk dalam konstituen ISSI telah tercatat selama 6 bulan terakhir.
  • Dipilih 150 saham berdasarkan urutan rata-rata kapitalis pasar tertinggi selama 1 tahun terakhir.
  • Dari 150 saham akan dipilih 70 saham berdasarkan rata-rata nilai harian di pasar regular tertinggi.
  • 70 saham yang tersisa merupakan saham yang terpilih.
  1. IDX-MES BUMN 17

IDX_MES BUMN 17 ini adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 17 saham syariah yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan afiliasinya yang memiliki likuiditas baik dari kapitalisasi pasar besar juga didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

IDX-MES BUMN 17 merupakan kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). BEI juga berkontribusi dalam menentukan dan seleksi saham yang menjadi konstituen IDX-MES BUMN 17, berikut kriterianya:

  • Saham syariah yang masuk dalam konstituen ISSI
  • Saham BUMN atau afiliasinya
  • Dari berapa banyak saham yang ada akan dipilih 17 saham konstituen berdasarkan likuiditas dan fundamentalnya.

Nah, sekarang Anda bisa menggunakan salah satu di antara keempat indeks di atas untuk mengecek saham syariah mana yang akan kamu gunakan sebagai tempatmu berinvestasi, setelah mengerti cara melihat indeks saham syariah dan juga sudah memilih jenis investasi apa dan di sektor mana Anda akan berinvestasi

Anda bisa mulai berinvestasi saham syariah dengan mulai memilih perusahaan sekuritas mana yang kamu pilih untuk membuat rekening efek atau saham, atau bisa melalui aplikasi-aplikasi tempat jual beli saham yang ada saat ini.

Selain saham, produk investasi syariah juga ada Sukuk syariah, Obligasi syariah, dll. Semoga membantu. || Rosa

Komentar
Artikulli paraprakIni Besaran Biaya Permohonan Sertifikasi Halal di BPJPH Kemenag
Artikulli tjetërDibungkus Kain Putih, Koin Untuk Bantu Utang Pemko Subulussalam Diserahkan