Categories: Artikel

Teori Konspirasi dan Manipulatif Moriarty

Analisaaceh.com | Tahun-tahun ke belakang, saya tidak begitu mengenal siapa Soeharto (hari ini pun tidak), siapa Mega Wati, atau Arteria Dahlan.

Sebaliknya, Saya terlalu tenggelam pada sosok Moriarty. Kemungkinan besar anda tidak mengenal beliau, atau bahkan tidak pernah mendengar namanya.

Mari saya ceritakan sedikit mengapa saya lebih dulu mengenal sosok Moriarty dari pada Soeharto atau Arteria Dahlan yang sedang “ribut” dengan Mbak Najwa.

Di Baker Street 221B, London. Detektif Sherlock Holmes hidup di sana. Sebagai seorang Detektif, Sherlock selalu mendapat kasus yang cukup merepotkan. Kala itu saya berpikir begini, Arthur Conan Doyle si pencipta Sherlock Holmes, pasti melakukan hal berbahaya dan menakjubkan seperti di dalam buku, atau (di sudut pemikiran saya) paling tidak aparat-aparat di dekat rumah saya pastilah melakukannya juga.

Setiap pahlawan memiliki musuh, begitu pun Sherlock. Professor Moriarty lahir dengan karakter kejam dan menakutkan, seperti gambaran “musuh” pada umumnya. Ia cerdas, cermat, kalkulatif, dan manipulatif.

Dialah pelopor kejahatan dalam kasus Sherlock. Tidak segan menipu, mencelakai bahkan membunuh. Moriarty banyak memelihara kaki-tangan di sudut-sudut London, Britania, bahkan Eropa dan pintar memainkan kegiatan kongkalikong bersama pejabat demi kepentingan.

Intinya, dialah sang Konspirator menakutkan dalam sejarah hidup Sherlock. Tidak banyak kemunculan Moriarty secara langsung dalam buku, namun yang saya tahu, sosok Moriarty adalah orang ter kejam yang pernah hidup dalam imajinasi saya.

Sampai ketika hidung ini terangkat dari buku, saya tahu bahwa ada lebih banyak orang yang sama kejam nya dengan Moriarty, paling kejam dari tokoh fiksi di dalam kertas.

Manusia yang dapat melahirkan konspirasi-konspirasi berbahaya hingga timbul keraguan dalam diri manusia lain, atau yang paling parah dapat menciptakan sebuah perang.

Konspirasi tidak dilahirkan sekadar untuk bahan bercandaan, pesan di dalamnya seperti kotak Pandora, isinya bisa menyulut pertikaian sesama umat. Contohkan saja, manusia yang sibuk berpendapat bumi bulat atau datar. Atau apakah Appolo benar-benar mendarat di bulan.

Pembunuhan Presiden Lincoln dan Presiden Kennedy pun turut menjadi korban konspirasi. Yang paling terbaru adalah Konspirasi wabah penyakit muncul setiap seratus tahun sekali, si Corona-lah tokoh utamanya.

Konspirasi bersifat rahasia, dilakukan dengan perencanaan kelompok-kelompok tertentu yang bersekongkol dengan itikad buruk (Moriarty melakukannya).

Peristiwa G30S PKI, kejadian ini adalah konspirasi di atas konspirasi. Pembantaian 7 perwira tinggi angkatan darat dalam usaha kudeta apakah memang benar sudah direncanakan oleh orang dalam pemerintahan yang pura-pura tidak tahu-menahu.

Sungguh, konspirasi menimbulkan polemik menjadi lebih tragis dari sebelumnya, dan Moriarty-lah dalangnya.

Ingatkah anda konspirasi Tsunami Aceh tahun 2004 lalu? Begitu heboh sampai televisi dan surat kabar sibuk membahas kapal selam tenaga nuklir milik Amerika dengan nama Jimmy dari pada bertanya-tanya apakah masyarakat yang menjadi korban tsunami peduli pada kapal selam? Sedangkan saat itu luka batin sedang menyanyah. Ataukah orang Aceh lebih cepat sehat menghadapi cobaan dari Tuhan, di samping dihujam peluru dari manusia?
Lagi-lagi, Moriarty bereaksi di luar Novel.

Mungkin konspirasi diciptakan untuk mengubur dosa agar tidak naik ke permukaan. Saya tidak begitu tahu. Jelasnya, konspirasi membuat anda terhipnotis bahwa yang nyata menjadi palsu, atau yang palsu dipaksa menjadi kenyataan.

Moriarty cerdas memanipulasi: (Lagi-lagi) mungkin saja benar Apolo melakukan akting seakan-akan ada di bulan, mungkin saja benar kapal selam yang menembakkan nuklir tersebut agar orang Aceh tidak melulu menuntut merdeka.

Moriarty adalah orang berbahaya, seperti pekerjaannya: Bermain dengan hukum tanpa takut dihukum, kongkalikong adalah pekerjaan biasa, demi mendapat untung tega membuat orang lain sengsara.

Indonesia-pun punya Moriarty. Siapa? Entahlah, saya tidak begitu mengenal mereka.

Editor : Nafrizal
Rubrik : Artikel
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan Wisatawan di Bukit Lamreh

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Personel Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mesjid Raya telah mengamankan satu…

1 minggu ago

Selundupkan 77 Satwa Dilindungi ke Thailand, AS Divonis 3 Tahun

Analisaaceh.com, IDI | Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada terdakwa berinisial AS…

1 minggu ago

Pemerintah Aceh Minta Dana Otsus Diperkuat Lewat UUPA

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mendorong penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam revisi Undang-Undang…

1 minggu ago

Ketua PPIH Aceh: Sebanyak 784 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan sebanyak…

1 minggu ago

BBPOM Aceh Ingatkan Apotek Patuhi Izin dan Jalur Obat

Analisaaceh.com, Sinabang | Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Riyanto,…

1 minggu ago

Bupati Safaruddin Minta Pejabat Eselon II Abdya Segera Kuliah S-2

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia…

1 minggu ago