Terkait Alih Status STAIN Jadi IAIN, Shabela: Saya Siap Dampingi Kemanapun

upati Aceh Tengah Shabela Abubakar (dua kanan) menghadiri acara wisuda mahasiswa STAIN Gajah Putih Takengon, Sabtu (29/6). @karmiadi

Takengon – Terkait peralihan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar menyatakan kesiapan dirinya untuk mengurus percepatan perubahan status.

“Saya siap dampingi selaku Bupati Aceh Tengah kemanapun demi tercapainya peralihan status STAIN Gajah Putih Takengon menjadi IAIN,” jelas orang nomor satu di negeri penghasil Kopi Arabika itu usai seremoni wisudawan/i sarjana dan pasca sarjana 471 mahasiswa di kampus kebanggan masyarakat Gayo, Sabtu (29/6).

Hal itu dinyatakan Shabela setelah sebelumnya Ketua STAIN Gajah Putih Takengon Dr. Zulkarnain, M.Ag menyinggung alih status tersebut telah berada di Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (kemenpan-RB).

“Peralihan status STAIN menuju IAIN terus berproses. Dari Kementrian Agama RI telah menyampaikan ke Kemenpan-RB dan saat ini sedang digodok. Hal ini merupakan keinginan kita bersama. Untuk itu dalam waktu dekat kami bersama Bupati Aceh Tengah akan bersilaturahim dengan Kemenpan RB” jelas Dr. Zulkarnain.

Shabela menyatakan kesiapanya untuk menghadap bersama pihak STAIN ke Kemenpan Rb untuk menindaklanjuti. “Terlebih dengan Syafruddin kita kenal, apalagi ada orang Gayo disana dari Ketol, jika menghadap jangan lupa bawa kopi Arabika Gayo” cetus Shabela.

Apalagi kata Shabela, penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah kewenangan pemerintah pusat dalam memastikan seluruh putra-putri negeri ini dapat memenuhi capaian angka melanjutkan kuliah. Karena itu jelasnya, sangat terbuka ruang para alumni maupun wisudawan hari ini untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, melalui program schoolarship (beasiswa).

“Sangat banyak lembaga-lembaga diluar negeri yang menyediakan program beasiswa. Bahkan di Aceh juga ada Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh yang melakukan seleksi secara terbuka dan transparan. Saat ini masih sangat sedikit lulusan Perguruan Tinggi di Aceh Tengah yang memanfaatkan beasiswa untuk melanjutkan ke program master, karena itu kedepan hal ini harus menjadi perhatian kita semua, terutama pihak kampus untuk memfasilitasi informasi beasiswa tersebut” pintanya.

Ia pun mengajak masyarakat Aceh Tengah untuk mendukung kampus negeri satu-satunya di Kabupaten Aceh Tengah itu untuk tidak hanya berpikir menjadi PNS terlebih lagi berpikir bisa ikut menjadi pegawai honorer.

“Ciptakan lapangan pekerjaan baru, jangan berpikir menjadi pegawai honorer” kata Shabela.

Untuk diketahui, STAIN Gajah Putih Takengon meluluskan 471 wisudawan wisudawati dari program Strata Satu dan Strata Dua. Kegiatan wisuda itu merupakan wisuda angkatan VII untuk program sarjana, dan angkatan I untuk program pascasarjana. (Karmiadi)