Categories: NEWS

Tiga Pelaku Curanmor Banda Aceh Ditangkap, Motor Dijual Rp11 Juta

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Tim Opsnal Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap tiga pria yang diduga terlibat dalam pencurian dan penadahan sepeda motor di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial DA (39), warga Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh; SW (37), warga Medan Marelan, Kota Medan; serta CH (53), warga Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, yang diduga berperan sebagai penadah.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan kehilangan sepeda motor yang kemudian ditindaklanjuti polisi melalui serangkaian penyelidikan.

“Tim melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan informasi terkait keberadaan terduga pelaku,” kata Miftahuda, Jumat (11/9/2026).

Pengungkapan dilakukan pada Minggu (6/9/2026) setelah polisi memperoleh informasi keberadaan salah seorang terduga pelaku di kawasan Desa Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Petugas yang bergerak ke lokasi berhasil mengamankan pelaku tersebut dan mengembangkan kasus ke pelaku lainnya.

Polisi kemudian menangkap DA di Desa Lamseupeng, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Dari hasil pemeriksaan, DA mengaku terlibat dalam aksi pencurian bersama rekannya. Pengembangan dilanjutkan ke Desa Sukadamai dan SW berhasil diamankan.

Dari keterangan SW, polisi mengetahui sepeda motor hasil curian dijual kepada seorang penadah di wilayah Teunom, Aceh Jaya.

“Dari informasi yang kami dapatkan, tiga unit sepeda motor hasil kejahatan dijual dengan harga keseluruhan Rp11 juta. Ketiga sepeda motor tersebut masing-masing Honda Beat, Honda Supra 125, dan Honda Supra X,” ujar Miftahuda.

Pengembangan kasus berlanjut pada Senin (7/9/2026), saat Tim Opsnal Ranmor bersama personel Resmob Aceh Jaya bergerak ke Teunom dan mengamankan CH. Dalam pemeriksaan, CH mengakui menerima tiga unit sepeda motor hasil curian dengan nilai transaksi Rp11 juta.

Menurut keterangan CH, dua unit sepeda motor telah dibawa ke kawasan pegunungan untuk digunakan bekerja di lokasi tambang, sementara satu unit lainnya masih berada di rumahnya.

Polisi kemudian melakukan pencarian ke kawasan Krueng Sabe, Aceh Jaya, dan menemukan dua sepeda motor tersebut di sebuah rumah warga. Seluruh tersangka beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk menjalani proses penyidikan.

Salah satu kasus yang terungkap berkaitan dengan pencurian sepeda motor milik seorang mahasiswa di Desa Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. Sepeda motor Honda Beat warna putih-biru dengan nomor polisi BL 4164 AK hilang saat diparkir di samping rumah korban pada Sabtu (5/9/2026) malam.

Korban baru menyadari kendaraannya hilang pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WIB dan mengalami kerugian sekitar Rp8 juta sebelum melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan empat unit sepeda motor, masing-masing Honda Supra warna merah, Honda Supra warna hitam tanpa nomor polisi, Honda Beat warna putih-biru tanpa nomor polisi, serta Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BL 6117 ABE yang diduga digunakan sebagai kendaraan pendukung.

Selain itu, petugas juga menyita satu kunci letter T yang telah dimodifikasi dan diduga digunakan sebagai alat untuk melakukan pencurian.

Miftahuda menyebutkan, penyidik masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain serta barang bukti tambahan.

“Penyidik masih melakukan penyidikan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum selanjutnya,” ujarnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Wartawan Banda Aceh Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wartawan di Kota Banda Aceh menggelar doa bersama untuk keselamatan…

1 jam ago

Perkuat Payung Hukum, KIP Aceh Barat Teken PKS dengan Kejari

Analisaaceh.com, Meulaboh | Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat menjalin kolaborasi strategis dengan Kejaksaan…

2 hari ago

16.276 Hektare Sawah di Aceh Rusak Berat Pascabencana, Petani Butuh Penanganan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak 16.276 hektare sawah di Aceh mengalami kerusakan berat akibat bencana…

2 hari ago

Cegah DBD Meluas, Pemerintah Gampong Mata Ie Abdya Gelar Fogging

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Gampong Mata Ie, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan…

2 hari ago

Diduga Curi 1,9 Ton Sawit, Remaja Asal Keude Baro Abdya Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Blangpidie | Seorang remaja berinisial MF (19) warga Gampong Keude Baro Kecamatan Kuala Batee…

2 hari ago

Dari Aceh ke Asia, PAG Dorong Arun Jadi Global Integrated Energy Hub

Analisaaceh.com, Jakarta | PT Perta Arun Gas (PAG), bagian dari Subholding Gas dan anak perusahaan…

2 hari ago