Tips Mudah Menjaga Keamanan Akun Media Sosial

Analisaaceh.com | Privasi di media sosial menjadi isu hangat belakangan ini. Di Indonesia sendiri, tingkat kesadaran privasi media sosial masih belum tinggi. Menjaga keamanan di media sosial tentunya menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Salah satu cara untuk menjaga keamanan di media sosial tentunya dengan melindungi akun kita. Sebab itu, kita harus memahami panduan dan alat yang tersedia di media sosial tersebut untuk melindungi akun. Inilah beberapa tips untuk melindungi privasi Akun Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Langkah pertama adalah melindungi password Anda. Saran kami, Jangan gunakan password yang sama dengan akun-akun yang lain. Seperti email atau akun media sosial lain. Idealnya, Masing-masing akun online memiliki kata kunci sendiri yang berbeda dari password akun lain. Hindari kata yang umum atau menggunakan nama sendiri sebagai kata kunci. Agar password lebih kuat, kombinasikan karakter dengan huruf, angka, dan simbol. Paling penting, tentunya juga jangan pernah membagikan informasi terkait password tersebut kepada siapapun. Pastikan password tersebut terdiri dari 6 karakter dan sulit ditebak. 

Langkah yang kedua adalah Hindari “Phising”, kejahatan internet yang sering terjadi adalah melalui phising atau jebakan lewat medium palsu yang dirancang agar tampak seolah dibikin oleh pihak resmi. Jadi selalu pastikan URL situs tersebut, sebelum Anda memasukkan informasi login.

Langkah ketiga adalah pastikan Jangan lupa log out kalau menggunakan perangkat publik. Namun bila lupa, Anda bisa melakukan log out dari jarak jauh dengan membuka “Pengaturan Keamanan”, kemudian klik “Di mana Anda Masuk”, dan pilih “Keluar”. 

Langkah keempat adalah jangan pernah menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal. Memperbanyak jumlah teman atau following (akun yang diikuti) memang sah-sah saja dilakukan. Namun, ada baiknya untuk lebih bijak menerima permintaan pertemanan. Pastikan akun yang Anda ikuti atau terima pertemanannya adalah orang yang Anda kenal. Pasalnya pelaku kejahatan di internet biasanya membuat akun palsu untuk bisa berteman dengan sasaran mereka di Facebook. Kemudian ketika Anda menerima permintaan pertemanan mereka, maka mereka dapat berkesempatan untuk memposting spam ke linimasa Anda atau mengirimkan pesan berbahaya. 

Langkah kelima, Anda harus berhati-hati dengan software yang berbahaya. Jadi sebaiknya pelajari tanda-tanda dari komputer atau perangkat yang sudah terinfeksi virus dan bagaimana cara menghapus software yang berbahaya. Oh iya, jangan lupa selalu perbarui browser secara berkala dan aplikasi yang mencurigakan.

Langkah terakhir adalah jangan pernah klik URL yang mencurigakan, meski itu datang dari teman yang dikenal. Ini termasuk link di Facebook atau berasal dari email. Pasalnya Facebook diklaim tidak pernah meminta password penggunanya melalui email. 

Sebagai tambahan, Anda juga bisa menggunakan fitur keamanan tambahan. Ini menjadi salah satu fitur keamanan yang ditekankan Facebook untuk melindungi privasi. Setiap kali masuk ke akun Facebook, Instagram maupun WhatsApp, Anda akan mendapatkan nomor token untuk bisa log in. Nomor token bisa dikirim melalui SMS maupun bisa diminta melalui telepon. Di Facebook, Anda juga bisa menggunakan aplikasi otentikasi seperti Google Authenticator atau Duo Mobile. Dengan demikian, Anda perlu memasukan nomor ponsel yang aktif untuk bisa mengaktifkan fitur ini untuk menerima nomor token. Dengan verifikasi dua langkah, potensi orang jahil yang ingin meretas akun Anda akan terminimalisir.

 

Komentar
Artikulli paraprakPuskesmas Tolak Pasien Berobat, Begini Penjelasan Dinkes Abdya
Artikulli tjetërPeringati Hari Kebersihan Sedunia, 1000 Relawan Diprediksi Bakal Hadir di Abdya