UAS Kembali Ceramah di Aceh, Ini Jadwalnya

Ustadz Abdul Somad, Lc., MA

Analisaaceh.com, BANDA ACEH | Da’i kondang asal Riau Ustadz Abdul Somad, Lc., MA, akan kembali mengunjungi Aceh. Rangkaian safari dakwah beliau kali ini akan dipusatkan di sejumlah titik di kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Muhammad Fadhillah, Lc., M.Us, didampingi oleh H. Nazaruddin Yahya, Lc sebagai perwakilan Tim UAS Aceh mengatakan bahwa, mereka telah mengkonfirmasi kedatangan UAS beberapa waktu lalu ke pihak tim UAS di Pekanbaru.

“Sudah dikonfirmasi, beliau insya Allah akan bersama kita selama 2 hari, Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata M Fadhillah.

Kegiatan safari dakwah Ustadz Abdul Somad, Lc., MA. diawali dengan Tabligh Akbar di Mesjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh pada pada hari Jumat 6 Desember 2019 malam hari (malam Sabtu-red).

Selain itu UAS yang saat ini segera menyelesaikan doktoralnya di Sudan juga akan menyampaikan tausiyah subuh di Mesjid Oman, Lamprit Banda Aceh esok harinya.

Di Aceh Besar, beliau akan mengisi ceramah maulid di Gampong Teuladan Lembah Seulawah dan Pondok Pesantren Gontor 10 di Seulimum, Aceh Besar.

“Alhamdulillah, akhirnya Ustadz Abdul Somad dai yang dirindukan masyarakat Aceh kembali berdakwah di bumi Seuramoe Mekkah. Semoga nasehat-nasehat beliau nanti akan memberikan spirit baru untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” pungkas H. Nazaruddin Yahya Lc, yang juga mengajak masyarakat Aceh untuk menyemarakkan kegiatan dakwah ini.

Berikut jadwal Tabligh Akbar UAS Di Banda Aceh dan Aceh Besar;

6 Desember 2019
Mesjid Haji Keuchik Leumiek, pukul 20.45 – 22.30 WIB.

7 Desember 2019
Tausiyah Subuh di Mesjid Oman, pukul 05.20 – 07.00 WIB.
Tabligh Akbar di Gampong Teuladan Lembah Seulawah Aceh Besar, pukul 20.30 – 23.00 WIB.

8 Desember 2019
Tausiyah subuh di Pondok Pesantren Gontor 10 Seulimuem Aceh Besar, pukul 05.20 – 07.00 WIB.

Komentar
Artikulli paraprakPolisi Rilis Penyergapan Rahman Teuntra di Aceh Utara
Artikulli tjetërDi Hari Penyandang Cacat Internasional, Kek Man Berharap Kaum Tunanetra Diperhatikan